Breaking News:

203 Polisi di Sumedang Ikut Mendata Pemudik Selama Masa Pengetatan Larangan Mudik

polisi juga akan meminta bantuan para ketua RT dan RW di Sumedang untuk mendata para pemudik tersebut terutama yang datang dari wilayah zona merah.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat ditemui di Mapolres Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Sebanyak 203 anggota Bhabinkamtibmas Polres Sumedang dilibatkan untuk mendata para pemudik yang datang ke Kabupaten Sumedang selama masa pengetatan larangan mudik tahun ini.

Pengetatan larangan mudik sudah berjalan sejak 22 April dan akan berakhir pada 5 Mei 2021, setelah itu baru larangan mudik berlaku dan akan dilakukan penyekatan di setiap perbatasan Sumedang.

"Dengan pendataan tersebut, Sumedang akan lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19 yang sekarang ini jumlah sebaran kasus rata-rata 30 orang per hari," ujar Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, Selasa (27/4/2021).

Selain oleh Bhabinkamtibmas, kata Eko, polisi juga akan meminta bantuan para ketua RT dan RW untuk mendata para pemudik tersebut terutama yang datang dari wilayah zona merah.

"Mereka harus memastikan dan mengawasi pemudik melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu," katanya.

Baca juga: Pemudik yang Akan Masuk Sumedang Akan Dibikin Mati Kutu, Dilakukan Penyekatan Ketat di 12 Titik

Baca juga: Pantau Pergerakan Massa Saat Larangan Mudik, Daerah Ini Sudah Bangun Pos Check Point, Dijaga 24 Jam

Hal tersebut, kata Eko, dilakukan Polres Sumedang karena polisi mendukung pemerintah daerah sesuai Surat Edaran Bupati Nomor 23 Tahun 2021 tentang imbauan penerapan protokol kesehatan dan  pendataan pemudik.

"Isi dari edaran tersebut ada dua poin, yang pertama  mengimbau masyarakat di wilayah untuk tetap patuh menerapkan protokol kesehatan dimanapun dan dalam kegiatan apapun dan yang kedua melakukan pendataan pemudik," ucapnya.

Sebelumnya, Eko juga mengatakan, sebelum 6 Mei 2021, masyarakat yang memaksakan untuk mudik harus melapor ke Satgas Covid-19 dan melaksanakan isolasi mandiri sesuai aturan dari pemerintah.

"Sekarang masih PPKM Mikro, jadi petugas di posko-posko itu mendata mana warga yang baru datang mudik," kata Eko.

Para petugas tersebut, kata Eko, harus benar-benar memastikan bahwa pemudik tersebut menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing minimal lima hari karena nantinya harus ada laporan hariannya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved