Breaking News:

Langkah Tibo Monabesa Kian Dekat ke Juara Dunia Tinju

Salah satu petinju yang meraih sabuk WBC International ialah Tibo Monabesa, mantan juara dunia tinju dunia kelas terbang versi International Boxing

Istimewa
Langkah Tibo Monabesa Kian Dekat ke Juara Dunia Tinju 

TRIBUNJABAR.ID - Jakarta,- Kejuaraan WBC (World Boxing Council) International berlangsung di Balai Sarbini Jakarta, pekan lalu.

Salah satu petinju yang meraih sabuk WBC International ialah Tibo Monabesa, mantan juara dunia tinju dunia kelas terbang versi International Boxing Organization (IBO).
Menurut promotor Armin Tan, keberhasilan Tibo merupakan batu loncatan agar kesempatan juara dunianya semakin dekat.

Langkah Tibo Monabesa Kian Dekat ke Juara Dunia Tinju
Langkah Tibo Monabesa Kian Dekat ke Juara Dunia Tinju (Istimewa)

“Kalau kemarin juara dunia IBO, yang kurang bergengsi. Masuk top five, tapi banyak negara yang tidak mengakui sabuk seperti itu. Contohnya Jepang,” kata Armin, Minggu (25/4).

Langkah ke WBC pun ia ambil karena peringkat Tibo di level global masih ke-6. Sebagai yang terbaik di Indonesia, ia pun melepas gelar juara dunia IBO saat pandemi, dan siap menghadapi kejuaraan nomor satu dunia.

Langkah Tibo Monabesa Kian Dekat ke Juara Dunia Tinju
Langkah Tibo Monabesa Kian Dekat ke Juara Dunia Tinju (Istimewa)

“Setelah ini saya rasa peringkat dunianya akan naik. Peringkat dirilis sekitar 2 minggu lagi,” katanya.

Dia berharap melalui sabuk barunya Tibo dapat terpilih mewakili Indonesia untuk merebut juara dunia di event bergengsi.

Di samping itu Armin Tan berbangga lantaran event kejuaraan tinju yang ia laksanakan dapat menjadi barometer penyelenggaraan tinju resmi nasional.
Diakuinya, pelaksanaan cukup berdarah-darah.

Langkah Tibo Monabesa Kian Dekat ke Juara Dunia Tinju
Langkah Tibo Monabesa Kian Dekat ke Juara Dunia Tinju (Istimewa)

Namun ia berhasil menyelenggarakan kejuaraan yang legal, mengantongi izin kepolisian, Satgas Covid-19, Kemenpora, dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.
Seperti swab diwajibkan untuk semua kru dan peserta. Tidak boleh lebih dari 50 orang dalam gedung kapasitas 1.300 orang.

“Berjalan dengan sangat mewah, tapi ada kendala seperti mendapatkan visa untuk mendatangkan lawan dari Filipina. Perjuangannya setengah mati,” katanya.*

Editor: bisnistribunjabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved