Breaking News:

VIDEO Tak Perlu Ke Siberia Atau Alaska, Ribuan Kelalawar Terbang Bisa Disaksikan di Alun-Alun Subang

Ngabuburit adalah aktivitas menunggu waktu berbuka puasa, ngabuburit biasanya dilakukan sendiri atau ramai-ramai. Tempat ngabuburit juga bisa dilakuka

Penulis: Irvan Maulana | Editor: yudix
Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana
 
TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Ngabuburit adalah aktivitas menunggu waktu berbuka puasa, ngabuburit biasanya dilakukan sendiri atau ramai-ramai. Tempat ngabuburit juga bisa dilakukan diberbagai tempat, mulai dari tempat unik, suasana ramai, atau bahkan suasana sejuk dan sepi.
 
Suasana ngabuburit di Alun-Alun Subang ternyata cukup berbeda, selain ada yang ngabuburit sembari berolahraga, mengasuh anak dengan bermain di berbagai wahana. Ternyata selfi di tugu Benteng Pancasila sambil menikmati ribuan kelalawar beterbangan juga bisa menjadi alternatif ngabuburit yang asik.
 
Disana juga disediakan berbagai macam jajanan untuk takjil buka puasa jika waktu magrib sudah tiba, Puspita Dewi Febrianti (26) warga Cinangsi Kabupaten Subang, mengatakan ngabuburit di Alun-Alun sambil menikmati ribuan kelalawar beterbangan merupakan cara sederhana yang menyenangkan.
"Lagi ngabuburit, sambil liat banyak banget kelalawar yang terbang kaya membentuk formasi gitu, keliatan cantik banget," ujar Dewi ketika diwawancara Tribun di Alun-Alun Subang, Minggu (25/4/2021).
 
Ribuan kelalawar tersebut juga mempercantik langit Alun-Alun Subang, selain bisa menikmati ribuan kelalawar seperti bermigrasi, warga juga dapat berswafoto di tugu Benteng Pancasila. "Enak aja disini, sambil ngasuh anak, banyak jajanan juga kalau kesorean tinggal buka dan beli takjil disini." pungkasnya.
Kelalawar yang beterbangan tersebut berasal dari bangunan tua di sebrang Alun-Alun Subang, karena sudah puluhan tahun tak terawat bangunan tua tersebut dihuni ribuan kelalawar yang tiap sorenya beterbangan ke arah Alun-Alun Subang.
 
Didin (40) warga didekat bangunan tua yang jadi rumah bagi ribuan kelalawar, bangunan tersebut merupakan peninggalan jaman Belanda, "Katanya ini sih bekas pabrik teh jaman Belanda, cuma saya aja gak paham persis karena belum lahir," ungkap Didin.
 
Didin mengungkap, jika sore hari tiba, ribuan kelalawar keluar dari celah atap bangunan, berterbangan kian banyak layaknya air mengalir, saking banyaknya kelalawar tersebut, seolah tak habis keluar dari sarangnya.
"Biasanya memang tiap jam empat sore sih kang, kalau pagi itu sekitar setengah enak masih banyak tuh yang masuk. Mungkin kelalawar ini balik kerumah gitu yah," katanya.
 
Momen keluarnya ribuan kelalawar tersebut kini jadi momen pas bagi masyarakat, untuk menyaksikan hal tersebut masyarakat tak perlu pergi ke Siberia atau Alaska di musim dingin jika ingin melihar ribuan burung bermigrasi, di Alun-Alun Subang tiap sore ahari juga ada ribuan kelalawar yang beterbangan seperti bermigrasi.
 
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved