KRI Nanggala 402 Hilang
Sosok Lettu Imam Adi, Bekerja di KRI Nanggala-402 Sejak 2017, Pernah Studi di Amerika Serikat
Letnan Satu (Lettu) Imam Adi adalah salah satu prajurit di KRI Nanggala 402 yang belum ditemukan sejak, Rabu (21/4/2021).
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID - Letnan Satu (Lettu) Imam Adi adalah satu di antara prajurit di kapal selam KRI Nanggala 402 yang belum ditemukan.
KRI Nanggala 402 hilang kontak di perairan utara Pulau Bali sejak Rabu (21/4/2021).
Lettu Imam Adi lahir dari pasangan Edy Sujianto dan Azizah.
Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara.
Perwira yang sudah menikah itu memiliki dua adik kandung, satu laki-laki dan satu perempuan.
Lettu Imam Adi memulai pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) pada 2011.
Empat taun kemudian, ia lulus dari Akmil.
Dikutip dari Surya.co.id, Lettu Imam Adi mengawali kariernya sebagai perwira Angkatan Laut.
Baca juga: KRI Nanggala 402 Hilang, Departemen Pertahanan AS Ikut Sedih, Kirim Bantuan Udara Bantu Pencarian
Baca juga: Keberadaan KRI Nanggala 402 Masih Misteri, Negara Lain Siap Bantu, Ini Respon Menhan Prabowo
Ia ditempatkan di KRI Kapitan Pattimura selama dua tahun.
Kemudian, pada 2017, ia dinas di KRI Nanggala 402.
Sebelum bekerja di KRI Nanggala 402, Lettu Imam Adi menempuh pendidikan di Korea dan Los Angeles, Amerika Serikat.
Sejak kecil, Lettu Imam Adi ini memang sudah memiliki cita-cita sebagai perwira TNI.
Meskipun, ia sempat menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya selama empat semester.
Saat itu, yang bersangkutan mengambil Fakultas Hukum UB.
Di pertengahan kuliah, ia mendaftar sebagai taruna Akmil hingga akhirnya dinyatakan lulus.
Lettu Imam Adi ini sudah menikah dan dikaruniai satu anak berusia 2,5 tahun.
Ia dan keluarga kecilnya tinggal di Surabaya meski ia asli dan lahir sebagai orang Semare, Kraton, Pasuruan.
Video Azka, Anak Lettu Imam Adi Viral
Kini dinyatakan hilang bersama KRI Nanggala-402, Lettu Imam Adi mempunyai cerita tersendiri sebelum berangkat kerja.
Azka, sang anak, melarang Lettu Imam Adi keluar dari kamar.
Suara anak laki-laki yang belum terlalu lancar bicara itu terdengar putus asa.
Azka yang mencegah sang ayah pergi terlihat dari video yang beredar di media sosial.
Video yang disebut direkam oleh istri Lettu Imam Adi.
Tangan kecil Azka mendorong tubuh ayahnya agar tidak keluar dari kamar.
Tindakan Azka yang tidak ingin ditinggal orang tuanya kerja itu membuat Lettu Imam Adi tertawa dalam video.
Baca juga: Cadangan Oksigen Diperkirakan Sudah Habis, Keberadaan Kapal Selam KRI Nanggala-402 Belum Ditemukan
Baca juga: Pencarian KRI Nanggala-402 Andalkan Teknologi Sonar, Kapal Selam Dalam Posisi Diam Tak Bersuara
Azka tidak ingin sang ayah pergi bersama KRI Nanggala 402.
Ia menutup pintu. Terdengar suara wanita yang tertawa geli melihat kelakuan bocah itu.
"Kenapa enggak boleh kerja?" tanya wanita yang diduga istri Lettu Imam Adi.
"Enggak, kancing (dikunci)," jawab Azka.
Sikap Azka itu tidak biasa. Ketika Lettu Imam Adi bekerja, Azka tidak pernah bereaksi seperti dalam video.
Usaha Azka mencegah ayahnya pergi tidak berhasil.
Lettu Imam Adi tetap melaksanakan misi latihan penembakan torpedo bersama 52 perwira lainnya.
Hingga kini KRI Nanggala 402 masih hilang kontak.
Cadangan oksigen kapal selam itu hanya bertahan 3 hari yakni Sabtu (24/4/2021) pukul 03.00 dini hari.
Ayah Benarkan Video Viral
Video viral anak laki-laki bersama seorang pria yang diduga Letnan Satu (Lettu) Imam Adi, salah satu prajurit di KRI Nanggala 402 mendapat tanggapan dari keluarga.
Edy Sujianto atau akrab disapa Abah Edy, ayah Letnan Satu (Lettu) Imam Adi, salah satu personel KRI Nanggala 402 itu membenarkan video tersebut.
"Iya itu anak saya (Imam Adi) bersama cucu saya," kata Abah Edy, Jumat (23/4/2020) malam.
Dia menyampaikan, video itu direkam oleh menantunya istri Lettu Imam Adi pada hari Senin, hari keberangkatan anaknya bertugas bersama KRI Nanggala 402.
"Yang merekam menantu saya. Saya dikirimi melalui WhastApp," kata dia.
Ia sempat heran melihat tingkah laku cucunya itu.
Tak seperti biasanya, cucunya ini tidak memperbolehkan papanya atau Lettu Imam Adi berangkat bertugas.
"Biasanya kalau dipamiti ya biasa saja. Kemarin sampai pintunya ditutup, papanya benar - benar tidak boleh pergi," ujar dia.
Namun, sekali lagi, ia tidak ingin memikirkan hal - hal aneh. Ia tidak ingin mengaitkan kejadian cucunya yang tidak memperbolehkan anaknya pergi itu dengan kejadian ini.
"Mungkin hanya kebetulan saja," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sang-ayah-merupakan-prajurit-di-kri-nanggala-402-yang-belum-ditemukan.jpg)