Breaking News:

Tebar Kebaikan Di Bulan Ramadhan

Ramadhan menjadi penyemangat bagi kalangan orang-orang mukmin, dikarenakan di dalamnya terdapat limpahan rahmat kebaikan dari Allah SWT. Sehingga Rama

Istimewa
Renovasi Masjid Al Muhajirin 

TRIBUNJABAR.ID - Ramadhan menjadi penyemangat bagi kalangan orang-orang mukmin, dikarenakan di dalamnya terdapat limpahan rahmat kebaikan dari Allah SWT. Sehingga Ramadhan ini menjadi lumbung pahala kebaikan dan keberkahan dari Allah SWt. Karena itu tidak sedikit orang yang tadinya belum terbiasa ke masjid untuk sholat berjama'ah, akhirnya bisa ke masjid bersama-sama. Ada sebagian lagi yang masih malu-malu untuk membaca Al-Qur'an, namun akhirnya berani juga untuk membacanya bahkan mendadak bisa mengkhatamkan bacaan Al-Qur'annya. Ataupun ada juga yang merasa sulit untuk berbagi dengan sesama, tetapi di bulan Ramadhan ini ternyata bisa berbagi makanan ataupun minuman walaupun hanya seadanya saja.Bahkan ketika di masjid-masjid membuka pendaftaran bagi yang akan bershodaqoh makan sahur dan berbuka untuk marbot masjid, satpam ataupun tukang bangunan, maka dengan antusias banyak yang mendaftar baik untuk donasi makan sahur ataupun berbukanya. Selain itu ketika salah satu masjid sedang dilakukan renovasi bangunan masjid di bulan Ramadhan, tidak sedikit masyarakat bergotong royong untuk mendonasikan sebagian hartanya. Dan ternyata bukan dengan hartanya saja, bahkan sebagian masyarakat ikut bergotong royong dengan tenaganya, pikirannya, waktunya untuk bersama-sama mensukseskan program renovasi masjid tersebut.

Ustadz Yudi Altasiqyi
Ustadz Yudi Altasiqyi (Istimewa)

Hal ini ternyata dilakukan karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Di mana keberkahan itu yang berarti bertambahnya kebaikan dari Allah SWT. Sehingga Nabi dan para sahabat ataupun para generasi sholeh yang terdahulu selalu menebar kebaikan apa saja yang dimilikinya dan sesuai kemampuannya. Diceritakan bahwa Rosululloh SAW itu sangat dermawan bahkan lebih dermawan lagi di saat bulan suci Ramadhan. Di dalam hadis disebutkan kedermawanannya ibarat hembusan angin, dikarenakan intensitas dermawannya makin meningkat. Selain itu juga Rosululloh saw terbiasa menyetorkan hafalan Al-Qurannya kepada malaikat Jibril as. Begitupun para sahabat nabi dan generasi sholih terdahulu, ada yang mengkhatamkan Al-Quran 1 hari 1 kali bahkan 1 hari 2 kali khatam seperti Sayyidina Usman bin Affan dan Imam Syafi'i . Begitupun dengan hal berbagi makanan, para sahabat nabi terkadang lebih mendahulukan kepentingan saudaranya (itsar). Di saat makanan yang tersedia sedikit, sedangkan di rumahnya kedatangan tamu/musafir yang tidak memiliki makanan/minuman di saat berbuka maka pemilik rumah yang merupakan sahabat Nabi yang bernama Tsabit Al-Anshori itusegera menghidangkan makanan yang tersedia di rumahnya dan hanya cukup untuk musafir saja, sehinggadalam kondisi seperti itu, ia pura-pura ikut berbuka dengan musafir dengan memadamkan lampu rumahnya terlebih dahulu supaya tidak terlihat oleh musafir, kalau ternyata pemilik rumah hanya pura-pura saja ikut berbuka bersama. Padahal tidak ada makanan yang dimakan oleh pemilik rumahnya tersebut.

Demikianlah menebar kebaikan sesuai dengan kemampuan di bulan Ramadhan ini dapat melipat gandakan pahala dari Allah SWT. Membaca Al-Qur'an, Allah lipat gandakan pahalanya menjadi 10 kebaikan tiap hurufnya, bahkan di Ramadhan ini dikalikan 10 kali lipat lagi. Ibadah sunah diberikan pahala ibadah wajib di bulan biasa. Bahkan yang bersedekah makanan untuk berbuka diberikan pahala seperti pahala yang berpuasa tanpa mengurangi pahala yang berpuasanya. Begitupun yang bersedakah harta lainnya Allah swt lipat gandakan menjadi 700 kali lipat bahkan tak terhingga. Ini pun ternyata diceritakan dalam salah satu surah Al-Munafiqun, bahwa ada seseorang yang sudah meninggal dan ia berharap bisa dikembalikan lagi ke dunia agar ia bisa berinfak/bershodaqoh. Ia tidak mengatakan untuk bisa menjalankan sholat,puasa, haji, umroh tetapi yang dikatakannya untuk bisa bershodaqoh. Hal ini menunjukan akan keutamaannya bershodaqoh (jariyah) yang pahalanya bisa terus mengalir walaupun ia sudah meninggal dunia.

Semoga Allah swt berikan kita kemampuan untuk selalu menebar kebaikan sekecil apapun kebaikannya. Mudah-mudahan menjadi pemberat amal kebaikan kelak di akhirat yang akan menghantarkan kita ke SurgaNya. Aaamiin

Editor: bisnistribunjabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved