Breaking News:

Tak Hanya Nama Kapal Selam, Nanggala Pernah Jadi Tim Elite di Kopassus, Prabowo Sempat Merasakannya

Nama Nanggala diambil dari senjata milik Prabu Baladewa yang sangat ampuh.

Editor: taufik ismail
KOMPAS.com CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO
Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. 

Kemudian, Komandan Jenderal Kopassus saat itu Brigjen TNI Yogie S Memet kembali membentuk tim intelijen Nanggala, yakni Nanggala 3 (Tim Tuti) dan Nanggala 4 (Tim Umi).

Masing-masing pasukan dipimpin oleh Mayor Inf Tarub dan mayor Inf Sofian Effendi.

Mereka terdiri dari anggota grup 4 di Cijantung.

Nanggala 1,2, dan 3 sudah beroperasi di Timor Timur sebelum dimulainya Operasi Seroja, yakni operasi militer terbuka di Timor Timur.

Nanggala 5 yang dipimpin Mayor Inf Kuntara melakukan kegiatan intelijen dari perbatasan Timor Timur sejak September 1975.

Lalu, Nanggala 6 yang anggotanya berasal dari grup 2 Magelang ditugaskan melakukan pembersihan di sekitar Dili.

Sementara itu Nanggala 8 diterjunkan di Suai, Timor Timur pada 4 Februari 1976.

Nanggala 28 yang dipimpin Kapten Inf Prabowo Subianto mencetak keberhasilan.

Prabowo Subianto mengoordinasikan pasukan yang beroperasi di Maubessie Kecil.

Mereka melakukan penyergapan dan berhasil menewaskan Presiden Republik Demokrasi Timor Timur Nikolau Lobato pada 30 Desember 1978.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved