Persib Bandung
Jelang Persib Bandung vs Persija Jakarta, Nick Kuipers Yakin Bisa Membalikkan Keadaan
Persib Bandung masih memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan dari Persija Jakarta, dalam pertandingan final Piala Menpora 2021.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib Bandung masih memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan dari Persija Jakarta, dalam pertandingan final Piala Menpora 2021.
Dalam leg pertama final Piala Menpora di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta Persib dipermalukan Persija Jakarta 0-2, Kamis 22 April 2021 malam kemarin.
Dalam laga tersebut, Persib memulai pertandingan dengan buruk sehingga Persija bisa dengan mudah unggul cepat lewat aksi pemain Brait Fatari dan Taufik Hidayat.
Baca juga: Persib Bandung Dapat Dorongan Semangat dari Putri Nelayan Sukabumi: Yakin Jadi Juara
Baca juga: Menang 2-0 Lawan Persib Bandung, Sudirman; Final Leg Kedua Persija Harus Lebih Fight
Pemain belakang Persib yang dihuni Nick Kuipers dan Victor Ignlbonefo tak mampu berbuat banyak menghadapi gempuran yang lancarkan para pemain Persija.
Nick, yang tampil full time, mencatatkan sembilan intercept, tujuh clearance dan dua takel bersih serta satu kartu kuning.
Catatan tersebut meningkat jika dibanding saat pertandingan melawan PS Sleman dibabak semifinal kemarin. Itu artinya, lini belakang Persib lebih sering menahan serangan pemain depan Persija.
Nick Kuipers mengaku bahwa kekalahan dipertandingan final kemarin sangat menyakitkan bagi timnya. Namun, dia menegaskan,semuanya belum berakhir.
"Kami kalah di pertarungan pertama. Tapi ini belum selesai," ujar Kuipers, dikutip dari laman resmi klub, Jumat (23/4/2021).

Pemain asal Belanda ini bertekad bangkit dan meminta rekan satu timnya untuk lebih fokus dan mempersiapkan fisik serta mental untuk menatap leg kedua, Minggu 25 April 2021 di Stadion Manahan Solo.
Kuipers percaya, dengan tekad dan kerja sama yang solid, Persib bisa membalikkan keadaan dan membawa timnya meraih gelar juara Piala Menpora tahun ini.
"Kita masih memiliki peluang untuk membalas dan memenangi pertandingan di leg kedua nanti. Karena saya percaya dengan tim ini," katanya.
Di pertandingan final nanti, Persib wajib memenangkan pertandingan, jika ingin ke luar sebagai juara. Namun jika kembali kalah atau imbang, maka gelar juara bakal menjadi milik Persija Jakarta.
Kritik untuk Lini Belakang
Sebelumnya, mantan pemain Persib Bandung Boy Jati Asmara menilai Persib harus segera berbenah untuk menghadapi leg kedua babak final Piala Menpora 2021.
Hal pertama yang menurutnya harus segera diperbaiki adalah lini belakang.
"Jadi persib di pertandingan kedua itu harus berbenah di belakang. Terutama kinerja Victor Igbonefo sama Nick Kuipers. Saya lihat dalam penjagaan masih ada kelemahan," ujar Boy saat dihubungi Tribun Jabar, melalui sambungan telepon, Jumat (23/4/2021).
Boy menambahkan, dua gol ke gawang Persib pada pertandingan semalam semakin mempertegas kelemahan lini pertahanan dalam mengantisipasi umpang silang.
Gol yang dicetak oleh Braif Fatari (1') dan Taufik Hidayat (7') berawal dari umpan silang yang gagal diantisipasi barisan pertahanan Persib.
"Sebetulnya ini kan permasalahan partai-partai sebelumnya selalu mengalami kesulitan menghadapi pemain-pemain yang punya kecepatan dan bola-bola dari crossing," katanya.
Di partai semifinal, Persib kebobolan melalui skema umpan silang.

Artinya, kata Boy, Persija mampu mengeksploitasi kelemahan Persib.
Di leg kedua nanti, dia berharap pelatih Persib, Robert Alberts, bisa memperbaiki kelemahan tersebut.
"Kita berharap ada perbaikan di pertandingan selanjutnya," katanya.
Salah satu legenda hidup Persib Bandung, Atep, menilai Persib terlalu cepat membuat kesalahan di awal pertandingan final Piala Menpora leg pertama di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta, Kamis, 22 April 2021.
Akibat kesalahan itu, Persib harus menerima kenyataan kalah 0-2 dari Persija Jakarta melalui gol cepat pemain muda Braif Fatari detik ke-37 dan Taufik Hidayat pada menit ketujuh.
"Di pertandingan tadi (kemarin, Red) Persib kesalahannya terlalu mudah kebobolan dengan gol cepat mereka sehingga membuat mental pemain kita menjadi down," ujar Atep saat dihubungi kemarin.
Selain itu, kata Atep, lini tengah Persib yang diisi Abdul Aziz dan Farshad Noor gagal menjadi penyeimbang sehingga selalu kalah saat terjadi perebutan bola di lini tengah.
"Di babak pertama kita tidak melihat kolaborasi Abdul Aziz dengan Farshad Noor."
"Aziz hampir tidak tampak pegang bola dan Noor banyak melakukan lari-lari yang tidak efektif sehingga tenaganya habis."
"Jadi terasa bolong, mudah sekali ditembus oleh penyerang lawan," katanya.
Menurut Atep, seharusnya bermain di partai final semua pemain langsung fokus menjaga konsentrasi sejak awal pertandingan.

Sebab, kata Atep, lengah sedikit bakal dimanfaatkan tim lawan.
"Berbeda dengan pertandingan perdana kita harus meraba-raba dulu."
"Ini kan final dan sudah tahu juga Persija mainnya seperti apa," ucapnya.
Persib Harus Balas Kekalahan
Atep juga menilai pada pertandingan kemarin Persija lebih siap bermain di partai final ketimbang Persib.
"Mereka dari awal langsung melakukan pressing, keluar menyerang dan strategi mereka berhasil sehingga pertahanan kita kacau."
"Pemain juga tidak bermain sesuai karakter yang biasa dimainkan Persib," ujar Atep.

Selain itu, kata Atep, Sudirman, pelatih Persija, relatif pintar dalam menurunkan pemain di awal pertandingan.
"Strategi Persija pintar, tidak memasang Simic di babak pertama dan memilih memasang pemain yang memiliki kecepatan sehingga itu merepotkan pemain belakang kita," katanya.
Tak hanya pintar dalam menurunkan susunan pemain, ujar Atep, serangan yang dibangun pemain Persija pun efektif menembus pertahanan Persib.
"Mereka lebih pintar membaca situasi dan posisi di tengah Persib juga bolong sehingga mudah ditembus dan mereka memanfaatkan dua sayap yang memiliki kecepatan."
"Mereka berhasil dengan strateginya menekan dari awal dan mendapat gol cepat," ucapnya.
Kekalahan 2-0 membuat Persib harus membalas minimal 3-0 di leg kedua nanti jika ingin meraih gelar juara turnamen Piala Menpora.
Pertandingan leg kedua bakal digelar di Stadion Manahan Solo, pada Minggu, 25 April 2021.
Yakin Bangkit
Atep merasa yakin dengan mental dan pengalaman mantan rekan satu timnya dapat segera bangkit dari keterpurukan dan membalas kekalahan pada final leg kedua.
Menurut Atep, leg kedua menjadi kesempatan terbaik untuk Supardi dan kawan-kawan membalas kekalahan dan meraih gelar juara.
"Persib harus menunjukkan punya mental juara."
"Ini kesempatan terbaik karena hanya satu kesempatan lagi. Jadi dengan pemain yang rata-rata sudah berpengalaman saya yakin peluangnya masih ada."
"Saya support mereka, semoga bisa lebih baik dari pertandingan hari ini," ujar Atep.
Atep pun mengaku akan memberikan dukungan secara langsung melalui aplikasi percakapan WhatsApp atau telepon kepada para pemain Persib yang akan kembali berjuang dipartai final leg kedua nanti.
"Mungkin besok atau lusa (akan hubungi pemain Persib) sebagai sama-sama pemain yang dibesarkan di Persib, tentu akan saya berikan dukungan kepada mereka karena peluang masih terbuka," katanya.
Kalah melalui dua gol cepat lawan, peluang Persib untuk merengkuh gelar memang masih terbuka.

Namun ada syarat yang harus dipenuhi pasukan Robert Alberts.
Pertama, jika ingin menyelesaikan laga 90 menit, Persib harus menang dengan margin tiga gol. Bisa dengan skor 3-0, 4-1, 5-2, dan seterusnya.
Dengan kemenangan seperti itu, maka Persib unggul agregat gol.
Jika itu terlalu berat, jalan lain bisa ditempuh, yaitu mencetak dua gol tapi jangan sampai kebobolan.
Skenario itu menghasilkan adu penalti karena agregat menjadi 2-2.
Tentu perjuangan Persib jauh lebih berat ketimbang Persija.
Pasukan pelatih Sudirman memang berada di atas angin.
Tim Macan Kemayoran hanya perlu imbang untuk berpesta.
Kebobolan pun tetap juara asal dengan margin satu.
Artinya, mereka tetap mengangkat trofi meski kalah 0-1, 1-2, 2-3, dan seterusnya. (*)