Breaking News:

Dorong Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto Akselerasi Digitalisasi UMKM

"Saat ini, dari sekitar 60 juta UMKM di Indonesia, baru 13 persen yang terdigitalisasi. Karena itu, UMKM harus didorong menjadi go digital

TRIBUN MANADO
Airlangga Hartarto. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah terus mengoptimalkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Optimalisasi itu bisa dilakukan melalui digitalisasi bagi UMKM yang masih berbasis offline dan peningkatan literasi digital bagi pegiat UMKM

Pemerintah juga, kata Airlangga Hartarto, memberikan stimulus bagi UMKM yang sudah terdigitalisasi. Hal ini dilakukan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

"Saat ini, dari sekitar 60 juta UMKM di Indonesia, baru 13 persen yang terdigitalisasi. Karena itu, UMKM harus didorong menjadi go digital sehingga pasarnya menjadi lebih luas," kata Airlangga Hartarto, dalam webinar Transformasi Digital Menuju Indonesia Maju, Jumat (23/4/2021).

Melalui Gernas BBI (Bangga Buatan Indonesia) pemerintah berkomitmen untuk mendorong pegiat UMKM agar on board ke platform digital. Hingga akhir 2020, pemerintah mencatat ada 11,7 juta UMKM yang on boarding.

Baca juga: Mudik Lebaran Dilarang, Ini Curhatan Sopir Bus Antar Kota Antar Provinsi

Baca juga: Konektivitas Jadi Penggerak Percepatan Ekonomi, Telkom Pastikan Infrastruktur dan Layanan Prima

UMKM telah memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 61 persen dan mampu menyediakan 97 persen dari lapangan pekerjaan yang tersedia. 

Dorongan terhadap UMKM akan membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional dan memberikan manfaat pada seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan bisnis UMKM.

"Diharapkan pada tahun 2030, jumlah UMKM yang go digital akan mencapai 30 juta," ujar Airlangga Hartarto.

Untuk wilayah Jawa Barat, Airlangga Hartarto mengatakan berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi digital di Jawa Barat, termasuk penggunaanya, meningkat di atas 40% selama pandemi Covid-19.

Selain itu, menurut East Venture's Digital Competitiveness Index 2021, Jawa Barat menempati peringkat kedua sebagai daerah dengan daya saing digital terbaik di Indonesia, di bawah DKI Jakarta.

Airlangga  berpesan hal itu perlu terus ditingkatkan untuk memberikan manfaat pada seluruh elemen masyarakat khususnya dalam pemberdayaan UMKM.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved