Liga Italia
Prediksi AC Milan vs Sassuolo, Rossoneri Terancam Tanpa Zlatan Ibrahimovic dan Hakan Calhanoglu
Prediksi AC Milan vs Sassuolo, Rossoneri Terancam Tanpa Zlatan Ibrahimovic dan Hakan Calhanoglu. Laga ini akan berlangsung pada Rabu (21/4/2021) malam
Prediksi susunan pemain AC Milan vs Sassuolo. Laga lanjutan pekan 32 Liga Italia itu akan berlangsung pada Rabu (21/4/2021) malam ini.
AC Milan vs Sassuolo tersaji di San Siro, mulai pukul 23.30 WIB, Live Bein Sports 2 dan Vidio.com.
Dalam laga AC Milan vs Sassuolo itu, tuan rumah terancam tanpa empat pilar andalan.
Mereka adalah adalah Zlatan Ibrahimovic, Theo Hernandez, Hakan Calhanoglu, dan Ismael Bennacer.
Untuk Alessio Romagnoli, Stefano Pioli, sang nahkoda AC Milan memastikan pemain itu tidak akan berada di dalam skuad Rossoneri.
"Kami memiliki beberapa masalah untuk besok. Ibra, Theo, Calhanoglu dan Bennacer memiliki beberapa masalah untuk dilatih, jadi kami akan menilai dahulu," ujar Stefano Pioli dikutip dari laman Football-Italia.
"Romagnoli masih belum fit 100 persen, tapi dia akan segera pulih." bebernya
"Mandzukic melakukannya dengan baik dan membuat kehadirannya terasa [melawan Genoa].
"Dia tidak bisa bermain selama 90 menit, tapi saya mengandalkan dia. Dia akan membantu kami." ungkap Pioli.
Pelatih berusia 55 tahun ini juga memberikan pandangannya terhadap jalannya laga AC Milan vs Sassuolo.
Menurutnya AC Milan vs Sassuolo bakal berlangsung terbuka.
"Ini lawan yang berbeda dari Genoa, Sassuolo mempersiapkan pertandingan ini dengan sangat baik.
"Kami harus siap dan sesuai dengan tugas. Kedua tim suka menyerang, jadi kami akan punya lebih banyak ruang, tapi Sassuolo bisa membuat masalah bagi siapa pun." ucap Pioli.
Pelatih Sassuolo, Roberto De Zerbi menyinggung keputusan calon lawannya AC Milan yang menjadi pendiri European Super League (ESL).
Sebagaimana yang diketahui, ketiga klub elite Liga Italia itu sudah membuat gaduh Serie A dengan keputusan untuk berpartisipasi dalam kompetisi ESL.
Langkah yang diambil oleh AC Milan, Juventus, dan Inter Milan seketika membuat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) ambil tindakan.
FIGC lantas memanggil semua tim-tim Liga Italia untuk mengambil keputusan apakah ketiga kontestan Serie A itu pantas 'dipecat' atau tidak.
Polemik ini terus bergulir, meskipun Rossoneri, Bianconeri dan Nerazzurri mengambil keputusan untuk tetap berkiprah di Liga Italia.
Dengan situasi yang sedang terjadi ini, Roberto De Zerbi mengaku tidak suka dengan keputusan Rossoneri bahkan hingga harus bertanding dengan dua tim lainnya selaku pendiri ESL di Liga Italia.
Meskipun demikian, De Zerbi juga tidak ingin membuat rugi Sassuolo dengan ego kemarahannya terhadap keputusan Rossoneri.
Ia memastikan akan tetap melakoni laga kontra Rossoneri sesuai dengan perintah Giovanni Carnevali selaku CEO Sassuolo.
“Saya tidak suka bermain melawan Milan karena mereka adalah bagian dari tiga klub ini, tetapi jika [CEO Sassuolo Giovanni] Carnevali memaksa saya, tentu saja, saya akan pergi." ujar Roberto De Zerbi dikutip dari laman Football-Italia.
"Saya sangat marah saya membicarakan hal ini dengan para pemain selama 30 menit kemarin.
“Kadang benar untuk berhenti, seperti yang biasa kami lakukan di sekolah, saya marah karena kudeta dilakukan pada hari Minggu. Untuk sepak bola, itu setara dengan kudeta.
“Sepak bola adalah milik semua orang dan meritokratis, mereka merilis pernyataan pada tengah malam dengan situs web baru mereka.
"Itu seperti mereka meletakkan bendera mereka di wilayah yang mereka rebut dari orang lain." terang De Zerbi.
(Tribunnews.com/Ipunk)