Breaking News:

Polisi Matangkan Titik Penyekatan Pemudik di Sumedang, Ada 12 Titik yang Akan Dijaga 550 Personel

Anggota Polres Sumedang masih mematangkan rencana penyekatan kendaraan pemudik setelah adanya larangan mudik lebaran

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Anggota Polres Sumedang dan Pemkab Sumedang saat Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya di Mapolres Sumedang, Rabu (21/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Anggota Polres Sumedang masih mematangkan rencana penyekatan kendaraan pemudik setelah adanya larangan mudik lebaran dari pemerintah pusat tahun ini.

Kemungkinan, titik penyekatan tersebut akan diadakan di perbatasan Kabupaten Sumedang yakni di Kecamatan Jatinangor yang berbatasan dengan Kota Bandung dan Kecamatan Tomo yang berbatasan dengan Kabupaten Majalengka.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, terkait titik penyekatan tersebut sudah dibahas dalam rapat koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Sumedang.

"Untuk Kabupaten Sumedang (penyekatan), nanti kita akan finalisasi melalui Rapat Forkopimda di Gedung Negara," ujarnya saat Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya di Mapolres Sumedang, Rabu (21/4/2021).

Rencananya, kata Eko, pihaknya akan menyiapkan 12 titik di daerah perbatasan Kabupaten Sumedang. Namun, pihaknya belum bisa memastikan dimana saja titik penyekatan tersebut.

Untuk melakukan penyekatan pemudik, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 550 personel dari Polres Sumedang untuk ditempatkan di 12 titik tersebut dan nantinya akan dibagi menjadi 3 shift.

"Kami berharap masyarakat yang berada di luar Sumedang untuk tidak mudik ke Sumedang," kata Eko.

Baca juga: Ridwan Kamil: Desain Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon Lebih Istimewa Daripada di Daerah Lain di Jabar

Eko mengatakan, untuk saat ini pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi larangan mudik tersebut yang dilakukan secara langsung dan bersama-sama oleh Polsek, Bhabinkamtibmas, dan elemen masyarakat.

"Kita akan sampaikan terkait lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara akibat mobilitas dan kegiatan masyarakat. Juga pelarangan mudik untuk menekan penyebaran Covid-19," ucapnya.

Selain itu, kata Eko, pihaknya juga akan mengimbau bagi warga yang mudik dari luar kota wajib untuk melapor ke Satgas Covid-19.

"Kami juga menyarankan bagi warga yang mudik dari luar kota untuk diminta surat dari desa terkait perizinan dan melakukan isolasi mandiri karena demi keselamatan keluarga dan melindungi sesama," kata Eko.

Baca juga: PENYIDIK KPK Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Ketua Dewas KPK Sebut Baru Ada Informasi Lisan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved