Breaking News:

Gempa Bumi Hari Ini, Tadi Pagi Gempa 6,4 Skala Magnitudo Guncang Nias, Warga Sempat Panik

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut 142 km Barat Daya Nias Barat dengan kedalaman 10 km

BMKG
Gempa yang terjadi di Nias Barat, Rabu (14/4/2021) menjelang Magrib. Masyarakat di Kabupaten Nias Barat sempat panik dan keluar rumah akibat guncangan gempa dengan magnitudo (M) 6,4 pada Selasa (20/4), pukul 06.58 WIB. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Masyarakat di Kabupaten Nias Barat sempat panik dan keluar rumah akibat guncangan gempa dengan magnitudo (M) 6,4 pada Selasa (20/4), pukul 06.58 WIB.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut 142 km Barat Daya Nias Barat dengan kedalaman 10 km.

Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa yang berada pada koordinat: 0.21 LU-96.42 BT (142 km Barat Daya Nias Barat - Sumut), tidak memicu terjadinya tsunami.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Barat melaporkan gempa dirasakan cukup kuat selama kurang lebih 5 detik," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Sementara itu, BMKG mengidentifikasi peta guncangan dengan skala MMI, sebagai berikut: II – III MMI di Nias Barat, II MMI berada di AekGodang, Padang Sidempuan, Pariaman, Padang Pariaman, Padang, Pakpak Bharat dan Aceh Singkil.

Skala Mercalli atau MMI merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Parameter III MMI mendeskripsikan getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

"Kondisi terakhir pasca gempa tersebut sudah kembali kondusif, belum ada informasi adanya kerusakan dan masyarakat telah beraktifitas seperti biasa," ungkap Raditya.

Raditya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa bumi yang dapat terjadi waktu-waktu.

Menurutnya dalam konteks bahaya gempa bumi, dampak korban jiwa sering terjadi akibat reruntuhan bangunan.

Masyarakat dapat mengakses InaRISK untuk mengidentifikasi potensi risiko di sekitar tempat tinggal.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved