Breaking News:

Bagaimana Tindakan Yang Tepat Jika Si Kecil Sakit Gigi ?

Apabila si kecil mengalami sakit gigi, orangtua dapat melakukan serangkaian prosedur penanganan emergensi sebelum akhirnya dibawa ke dokter gigi anak

Istimewa

TRIBUNJABAR.ID NYERI gigi atau sakit gigi memang sangat mengganggu. Rasa sakit yang mengganggu ini bisa dirasakan bukan hanya oleh anak-anak yang mengalaminya, namun juga orang dewasa. Sakit gigi adalah rasa nyeri di dalam dan di sekitar gigi hingga rahang yang biasanya disebabkan oleh kerusakan gigi. Kerusakan tersebut terjadi ketika bakteri penyebab pembusukan di dalam mulut menghasilkan asam yang mampu menyerang permukaan atau enamel gigi.

Sakit gigi muncul ketika saraf pulpa teriritasi atau terinfeksi oleh bakteri sehingga menyebabkan rasa nyeri. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, setidaknya ada 45,3% penduduk Indonesia yang mengalami masalah gigi, entah itu akibat gigi rusak maupun berlubang.

Sakit gigi terjadi karena adanya peradangan pada bagian syaraf gigi yang disebut pulpa. Pulpa berisi ujung saraf yang sangat sensitif terhadap rasa sakit. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab sakit pada gigi antara lain:; gigi berlubang; gigi retak atau rusak akibat trauma fisik/cedera; tambalan gigi yang rusak atau gigi goyang; infeksi, yang biasanya muncul ketika tumbuhnya geraham bungsu; masalah pada kawat gigi; penumpukan sisa makanan di antara ruang atau celah gigi; serta peradangan atau infeksi pada akar gigi atau gusi sehingga menimbulkan abses.

Khusus kasus yang terjadi pada anak, sakit gigi pada anak menyerupai gejala sakit gigi pada orang dewasa, di mana rasa nyeri timbul diakibatkan saraf pulpa yang teriritasi karena lubang pada gigi bahkan hingga muncul infeksi di jaringan periapikal atau daerah di sekitar akar gigi yang menimbulkan abses/benjolan pada gusi yang berisi nanah. Walaupun gejalanya mirip dengan sakit gigi pada orang dewasa namun anatomi gigi si kecil dan kondisi psikologisnya sangat berbeda dengan orang dewasa, sehingga perawatan gigi si kecil memerlukan perawatan khusus oleh dokter gigi spesialis anak (drg Sp.KGA).

Penyebab sakit gigi anak apa saja bisa diakibtatkan berbagai faktor. Ketika anak mengeluh sakit gigi, biasanya semua aktivitasnya langsung terganggu. Anak jadi malas makan, tidak mau menyikat gigi, bahkan malas mengikuti kegiatan di sekolah.

Penyebab sakit gigi pada anak mirip dengan penyebab sakit gigi secara umum, diantaranya gigi berlubang; gigi retak atau rusak akibat trauma fisik/cedera misalnya terjatuh ketika bermain; tambalan gigi yang rusak atau gigi goyang karena gigi permanen pengganti akan tumbuh, sedangkan gigi susu masih belum tanggal/lepas; penumpukan sisa makanan di antara ruang atau celah gigi; peradangan atau infeksi pada akar gigi atau gusi sehingga menimbulkan abses; sakit ketika proses gigi tumbuh (teething )atau bahkan sakit gigi yang disebabkan oleh kondisi sistemik seperti penyakit Diabetes Melitus pada anak, xerostomia, keganasan/Cancer, dll.

Apabila si kecil mengalami sakit gigi, orangtua dapat melakukan serangkaian prosedur penanganan emergensi sebelum akhirnya dibawa ke dokter gigi anak. Beberapa upaya pengobatan orangtua di rumah yang dapat dilakukan sebelum pergi ke dokter gigi spesialis anak antara lain:

- Berkumur dengan air hangat yang mengandung garam/saline.
- Menggunakan dental floss untuk mengeluarkan partikel makanan atau plak di antara gigi.
- Mengonsumsi obat antinyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen atau parasetamol untuk meredakan nyeri.
- Bila sakit gigi disebabkan oleh cedera pada area gigi, gunakan kompres es/dingin pada pipi, segera hentikan perdarahan dan bersihkan luka dengan kain kassa/tissue/handuk.
- Makan makanan yang lembut/lunak.
- Hindari mengunyah dengan gigi yang sakit.

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter spesialis Kedokteran Gigi Anak?
Temui dokter gigi spesialis anak jika si kecil mengalami sakit gigi dengan kondisi ini;
1. Sakit gigi berlangsung lebih dari dua hari.
2. Sakit gigi tidak hilang setelah meminum obat penghilang rasa sakit.
3. Disertai suhu tubuh tinggi, rasa sakit ketika menggigit, gusi merah, atau rasa tidak enak di mulut.
4. Menyebabkan pipi dan rahang bengkak dan anak menjadi rewel dan gelisah

Saat gigi si kecil sudah rusak, apakah perlu mencabut gigi atau menambalnya?
Gigi si kecil memiliki kalender atau urutan jadwal untuk digantikan oleh gigi permanen penggantinya, jadi saat gigi si kecil sudah rusak karena lubang yang besar maka sebaiknya gigi si kecil jangan dulu dicabut tetapi dilakukan serangkaian perawatan saluran akar gigi atau biasa disebut perawatan Endodontik ( Root Canal Treatment) dan dilakukan follow up restorasi/ penambalan sampai pemasangan crown khusus anak-anak oleh dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak (drg Sp.KGA), dengan perawatan ini bertujuan memulihkan kondisi gigi si kecil supaya dapat kembali berfungsi dengan baik dan dapat digunakan untuk fungsi pengunyahan maupun fungsi estetik (penampilan si kecil dapat terjaga dengan baik dengan tidak terlihat ompong), selain itu gigi sulung sebaiknya dipertahankan karena dapat berperan menjadi pemandu arah ketika proses tumbuhnya (erupsi) gigi permanen pengganti.

Jika gigi sulung atau gigi susu dicabut sebelum waktunya, sebaiknya dipasang alat khusus penjaga ruangan (Space Maintainer), apabila tidak maka resikonya akan berakibat ruangan tempat tumbuhnya gigi permanen pengganti akan menyempit dan beresiko gigi berjejal di kemudian hari sehingga memerlukan perawatan ortodontik (kawat gigi), namun ada beberapa kasus dimana gigi sulung/susu si kecil sebaiknya segera dicabut adalah ketika gigi sulung berlubang besar dan sudah timbul infeksi sehingga beresiko infeksi yang meluas ke bagian tubuh yang lain sampai ke pipi/bibir dan area tubuh lainnya yang dapat membahayakan kondisi si kecil atau dimana kondisi gigi susu sudah goyang karena gigi permanen pengganti sudah tumbuh sedangkan gigi susu belum tanggal/lepas.

apt. Selvia Yunita Dhea, drg., Sp.KGA    Santosa Hospital Bandung Kopo
apt. Selvia Yunita Dhea, drg., Sp.KGA Santosa Hospital Bandung Kopo (Istimewa)

Cara bagaimana agar menghindarkan anak dari kerusakan gigi atau sakit gigi?
Pepatah mengatakan sebaiknya mencegah daripada mengobati, berikut perawatan gigi si kecil yang sebaiknya dilakukan sebelum terjadi gigi berlubang yang mengakibatkan gigi si kecil memerlukan tindakan penambalan atau bahkan pencabutan gigi :

1. Melakukan pemeriksaan gigi ke dokter gigi anak secara rutin, minimal 4 s.d 6 bulan sekali.
2. Mengurangi makanan dan minuman manis, bergula dan lengket serta makan makanan seperti ikan, sayur, buah buahan dan susu untuk memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang dan asupan nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang gigi si kecil.
3. Menyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur selama minimal dua menit menggunakan pasta gigi yang mengandung Fluoride dan Non deterjen (Sodium Lauryl Sulfate).
4. Aplikasi Topikal Flouride bila diperlukan oleh dokter gigi anak minimal 6 bulan sekali.

Bagaimana perawatan gigi sebelum dan setelah gigi dicabut/ditambal kedepannya?
Setelah gigi si kecil ditambal atau dicabut sebaiknya tidak makan minum selama 1 jam setelah perawatan, tidak memainkan lidah atau menghisap luka, dan menghindarkan makan makanan yang keras, pedas, terlalu panas atau yang dapat merangsang luka bekas pencabutan menjadi sulit sembuh, jika diperlukan lakukan kontrol 1 minggu setelah perawatan untuk memastikan kondisi si kecil sudah benar-benar baik dan sehat Kembali.

Fasilitas yang dimiliki Santosa Hospital Bandung Kopo untuk perawatan dan penindakan gigi anak?
Santosa Hospital Bandung Kopo memiliki poliklinik spesialis khusus gigi anak yang dilayani oleh dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak yang profesional dan kompeten dalam merawat gigi anak, ruangan yang nyaman dan bersih, sehingga orangtua tidak perlu khawatir karena Santosa Hospital Bandung Kopo telah menerapkan protokol Kesehatan yang sangat ketat dengan melakukan screening diawal pelayanan dan dilengkapi alat aerosol evacuator diruang tindakan sehingga dapat mencegah infeksi silang dari cipratan ludah/aerosol selama perawatan gigi si kecil. (adv/kemal setia permana)

SANTOSA2004C
SANTOSA2004C (Istimewa)
Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved