Breaking News:

Sempat Tertinggi Kasus Covid-19 di Indonesia, Kini Jawa Timur Tanpa Zona Merah, Ini Kata Gubernurnya

Dalam kunjungan ke IPDN Jatinangor, Khofifah Indar Parawansa berbagi pikiran dan program dengan para Praja IPDN mengenai penanganan kasus Covid-19.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (19/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menceritakan kondisi penyebaran Covid-19 di wilayahnya kepada ratusan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (19/4/2021).

Dalam kunjungan ke IPDN Jatinangor, Khofifah Indar Parawansa berbagi pikiran dan program dengan para Praja IPDN mengenai penanganan kasus Covid-19.

"Ini merupakan bagian yang penting untuk saling belajar dari yang satu dengan yang lain," ujarnya di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Menurutnya, dengan cara seperti itu pihaknya bisa mendapat referensi bagi Pemrov Jawa Timur dari kabupaten/kota lain. Demikian pun sebaliknya dengan daerah lain, termasuk Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

"Ini bisa menjadi pembelajaran dan pengalaman tentang apa yang sudah kami lakukan di Jawa Timur dari yang dulu sempat disebut ada daerah-daerah yang masuk zona merah pekat atau hitam dan seterusnya," kata Khofifah.

Berkat upaya, kata Khofifah Indar Parawansa, penyebaran Covid-19 di Jawa Timur menurun sejak November 2020.

Baca juga: Di Areal Sawah yang Banjir, Warga Desa Paledah Pangandaran Ngabuburit Sambil Main Sepeda Gowes

Baca juga: VIDEO-Gol Balasan Persib Bikin Abah Sarji Lakukan Selebrasi Saat Nobar, Hore Menang Persib

"Dulu kasus Covid-19 sempat nomor satu tertinggi, sekarang nomor 4 lah, sudah melandai dan sekarang susah relatif terkendali," ucapnya.

Ia mengatakan, sejak Januari 2021 sudah tidak ada daerah di Jawa Timur yang masuk zona merah, tapi masih ada yang masuk zona oranye dan zona kuning.

"Kita berharap akan lahir zona hijau dalam waktu yang dekat ini," katanya.

Kendati demikian, kata Khofifah, pihaknya masih memiliki 'PR' penting untuk terus memasifkan vaksinasi meski jumlah vaksinasi masih menjadi yang tertinggi.

Pemerintah Jawa Timur akan terus meningkatkan proses vaksinasi, terutama untuk lansia dan guru karena mulai Juni akan digelar pembelajaran tatap muka secara bertahap.

"Bertahap itu dalam artian, tidak bisa 100 persen murid itu langsung masuk kelas, terutama yang masih masuk kategori zona oranye," ujar Khofifah.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved