Breaking News:

Garut Gelar Simulasi Sekolah Tatap Muka Serentak, Kebiasaan dan Kegiatan Ini Terpaksa Ditiadakan

Pemkab Garut melakukan simulasi masuk sekolah tatap muka secara serentak di seluruh sekolah seperti TK, PAUD, SD, dan SMP

Pemkab Garut melakukan simulasi masuk sekolah tatap muka secara serentak di seluruh sekolah seperti TK, PAUD, SD, dan SMP 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pemkab Garut melakukan simulasi masuk sekolah untuk persiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang akan segera dimulai pada bulan Juli.

Kegiatan simulasi ini serentak dilakukan di seluruh sekolah seperti TK, PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Garut, Senin (19/4/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk memulai KBM terbatas yakni hanya dilakukan oleh 35 persen sampai 50 persen dengan jam belajar terbatas.

Baca juga: Curi Perhiasan dan Uang Rp 10 Juta di Siang Bolong, Aksi Pelaku Ketangkap Basah, Langsung Dihakimi

"Penerapannya 35 sampai 50 persen dan tatap mukanya terbatas hanya 3 jam saja juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat." katanya.

Totong menjelaskan tatap muka langsung melibatkan peran orangtua yang mana orangtua bisa memilih anaknya belajar di rumah atau di sekolah.

"Itu kan orangtua diberikan formulir kesepakatan, apakah mengizinkan anaknya belajar di sekolah atau di rumah. Silahkan itu orangtua yang menentukan," katanya.

Baca juga: Putri Bupati Brebes Nyaris Jadi Korban Kriminalitas, Pelaku Lawan Polisi dan Tabrak Gerbang Mapolres

Lebih jauh Totong menjelaskan bahwa kegiatan rutin yang menimbulkan kerumununan siswa di sekolah seperti upacara, perpustakaan, kantin dan extra kulikuler sementara akan ditiadakan.

"Extra kulikurer pun nantinya tidak ada, termasuk budaya sun tangan kepada guru juga sementara tidak diperbolehkan," ucapnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Garut, Aceng Mulyana mengatakan simulasi masuk sekolah di sekolahnya dibagi menjadi beberapa sesi.

Baca juga: Perempuan 24 Tahun Warga Ciamis Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Sedalam Kurang dari 1 Meter

Pihaknya menyiapkan 16 ruangan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

"Kita coba dulu satu minggu ini ada 8 kelas dibagi dua jadi 16 ruangan, kita menunggu moment jika prokes yang dijalankan anak-anak betul-betul sudah mantap kita tambah kelas," katanya.

Aceng menjelaskan anak didiknya yang mengikuti tatap muka hanya kelas tujuh dan delapan, sementara kelas sembilan tidak dilibatkan karena hampir sudah selesai materi belajar.

"Hanya kelas tujuh dan delapan saja, kelas sembilan sudah hampir selesai. Jumlah siswa yang hadir hampir 160 dari 800 siswa kelas 7 dan delapan," katanya.

Penulis: Sidqi Al Ghifari
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved