Minggu, 3 Mei 2026

Air Sumur Masjid Jami Darussalam Kadipaten Konon Bikin Awet Muda Hingga Bisa Dapatkan Jodoh

sumur itu sudah ada sejak abad ke-14 bersamaan dengan dibangunnya Masjid Jami Darussalam yang merupakan lokasi beradanya sumur tersebut.

Tayang:
Editor: Ravianto
Tribun Jabar
Sumur Cai Kahirupan (Air Kehidupan) yang berada di Masjid Jami Darussalam, di Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, dipercaya dapat menyembuhkan penyakit dan mempermudah dapat jodoh. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Fenomena sumur air kehidupan atau sering disebut masyarakat sekitar dengan 'Cai Kahirupan' sampai saat ini masih diperbincangkan di kalangan tertentu.

Ya, pasalnya sumur itu sudah ada sejak abad ke-14 bersamaan dengan dibangunnya Masjid Jami Darussalam yang merupakan lokasi beradanya sumur tersebut.

Beberapa warga melaksanakan salat di Masjid Jami Darussalam di Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, yang dibangun pada abad ke-14.
Beberapa warga melaksanakan salat di Masjid Jami Darussalam di Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, yang dibangun pada abad ke-14. (Tribun Jabar)

Masjid Jami Darussalam sendiri berada di Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka.

Perbincangan sumur tersebut, tak hanya di Majalengka, namun sudah meluas hingga ke daerah-daerah di Pulau Jawa.

Bagi sebagian masyarakat terutama di Majalengka, air yang berasal dari sumur tersebut dipakai untuk mandi atau berwudhu.

Lebih dari itu, air kehidupan juga dianggap memiliki khasiat seperti awet muda, menyembuhkan penyakit hingga bisa mendapatkan jodoh.

Hal itu disampaikan Wahdiyat (69), sesepuh Desa Karangsambung sekaligus pengurus Masjid Jami Darussalam saat berbincang dengan Tribun, Sabtu (17/4/2021).

Kondisi bangunan Masjid Jami Darussalam yang berada di Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, yang dibangun pada abad ke-14.
Kondisi bangunan Masjid Jami Darussalam yang berada di Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, yang dibangun pada abad ke-14. (Tribun Jabar)

"Itu dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang datang ke sini di waktu-waktu tertentu. Katanya percaya bisa awet muda, sembuhkan penyakit dan ada juga yang ke sini untuk bisa mendapatkan jodoh," ujarnya.

Kepada Tribun, Wahdiyat mengatakan sumur itu berada di sisi Utara dekat dengan tempat wudhu.

Meski atapnya tak pernah basah ketika hujan tiba, air di sumur cai kahirupan tidak pernah kering.

Konon, digunakan untuk bersuci pada masa lalu.

"Sumur ga pernah kering, ga ada lumpur. Ga pernah disedot, dikuras. Yang lainnya suka kering, yang ini mah ada aja, disebutnya juga Cai Kahuripan (Air kehidupan)," ucapnya.

Setiap harinya, sambung Wahdiyat, ada saja pengunjung ke sumur cai kahirupan.

Baik pengunjung dari Majalengka sendiri maupun dari luar daerah.

Pengunjung akan semakin membludak, jika hari memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw datang.

"Kalau Maulid Nabi itu di sini (Masjid Jami Darussalam) menggelar sejumlah kegiatan, seperti mencuci benda pusaka, dan lain-lain," jelas dia.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved