Breaking News:

Reshuffle Kabinet Jokowi

AHOK Kompeten Jadi Menteri Investasi Tapi Bakal Banyak Gangguan, Bahlil Lahadalia Dinilai Lebih Pas

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dinilai cakap atau punya kemampuan untuk menduduki kursi Kementerian Investasi atau jadi Menteri Investasi.

TRIBUNNEWS/KOMPAS.COM
Ahok dan Jokowi. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dinilai cakap atau punya kemampuan untuk menduduki kursi Kementerian Investasi atau jadi Menteri Investasi. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dinilai cakap atau punya kemampuan untuk menduduki kursi Kementerian Investasi atau jadi Menteri Investasi.

Latar belakangnya sebagai komisaris PT Pertamina, pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta menjadi landasan dia mampu mengemban Menteri Investasi.

Namun, Ahok memiliki kelemahan yakni sisi kontroversinya.

Sisi ini dinilai akan menghambar kordinasi karena akan ada banyak pihak yang kesulitan bekerjasama.

Baca juga: Ahok Sempat Posting Foto Jokowi Setelah Bertemu Gibran, Kini Dia Diisukan Bakal Jadi Menteri

Baca juga: Ahok Menjadi Menteri Investasi Mulai Hari Ini? Berikut Daftar Menteri yang Layak Diganti

Baca juga: Perbanyak Doa Jelang Berbuka Puasa Ramadan 1442 H, Doa Orang Berbuka Mutajab, Dikabulkan Allah SWT

Demikian dikatakan Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menanggapi rumor reshuffle kabinet Jokowi, yang menyebut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjadi Menteri Investasi.

Menurutnya, sosok Ahok cukup kompeten untuk mengemban tugas tersebut, tetapi ada hal yang berat untuk memacu investasi di Indonesia.

"Pak Ahok bisa jadi menteri yang bagus tapi noise akan banyak terjadi kalau beliau yang jadi menteri investasi. Ahok juga sangat kontroversi yang tidak bagus nanti dampaknya sulit dalam upaya membangun koordinasi dengan semua pihak," kata Piter kepada Tribunnews, Sabtu (17/4/2021).

Piter menjelaskan sesuai harapan Presiden Joko Widodo bahwa perubahan nomenklatur kementerian ini dapat membenahi hambatan dalam masuknya investor ke tanah air.

"Tentunya kita tidak ingin upaya mendorong investasi menjadi terhambat," tuturnya.

Dosen Perbanas ini menilai Kepala BKPM Bahlil Lahadalia masih cukup pantas mengisi posisi pemimpin di Kementerian Investasi RI.

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved