Breaking News:

BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Musim Pancaroba Masih Berpotensi Terjadi di Bandung Raya Hingga Akhir April

BMKG Bandung menyebut cuaca ekstrem karena musim pancaroba masih berpotensi terjadi di Bandung Raya hingga akhir April 2021.

Penulis: Cipta Permana | Editor: taufik ismail
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi cuaca ekstrem. Awan cumulonimbus menyelimuti perairan Teluk Jakarta di kawasan perairan kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/01/2021). Perairan Teluk Jakarta sejak beberapa hari terakhir diselimuti cuaca ekstrem yang berbahaya bagi pelayaran dan penerbangan seputar Kota Jakarta. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menginformasikan, wilayah Bandung Raya termasuk cekungan Bandung masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem selama periode pancaroba hingga akhir April mendatang. 

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, fenomena perubahan cuaca ekstrem di periode pancaroba ditunjukkan dengan kondisi beragam.

Hal ini disebabkan beberapa wilayah di Jabar, terutama wilayah Utara hingga Tengah Utara, seperti Kabupaten dan Kota Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta Subang, Indramayu, Cirebon, hingga kuningan, sudah mulai memasuki musim kemarau.

Baca juga: Sejuta Manfaat Timun Suri, Cocok untuk Buka Puasa Sore Nanti Lho

Baca juga: Persib Bandung Modal Kekuatan Penuh, Tak Gentar Hadapi PSS Sleman yang Punya Banyak Pemain Baru

Sementara itu, khusus untuk wilayah cekungan Bandung potensi cuaca ekstrem masih berpeluang tinggi hingga akhir bulan April 2021.

Cuaca ekstrem tersebut bisa berupa hujan lebat, hujan es disertai petir dan angin kencang atau dapat berupa kejadian angin puting beliung.

"Wilayah cekungan Bandung ini meliputi di Utara batasnya Lembang, di Selatan batasnya Majalaya dan Soreang, di Barat, batasnya Padalarang, dan di Timur, Gunung Manglayang. Di mana potensi terjadinya fenomena cuaca ekstrem ini bisa berbeda-beda di setiap daerah tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (16/4/2021) 

Salah satu faktor penyebab terjadi cuaca ekstrem di musim pancaroba ini, menurutnya, karena kelembapan yang masih cenderung tinggi dan berpotensi meningkatkan pembentukan awan-awan hujan, sehingga mendorong proses konveksi kuat.

Kondisi tersebut, ujarnya, dapat menyebabkan terbentuknya awan cumulonimbus dengan jenis supercell, sehingga hal itu memicu terbentuknya hujan es atau hujan yang disertai angin kencang.

"Untuk wilayah Jabar yang belum memasuki musim kemarau, peluang terjadinya hujan ringan hingga lebat masih mungkin terjadi, terutama Jabar wilayah Tengah dan Tenggara. Hal ini masih berpotensi terjadi hingga awal Juni 2021 nanti," ucapnya.

Berdasarkan pantauan satelit dan data model yang dimiliki BMKG, beberapa wilayah di Jabar dan Cekungan Bandung masih memiliki tingkat Kelembapan Relatif (RH) yang tinggi (70% - 95%) dan juga memiliki instabilitas atmosfer lokal yang signifikan, dapat menyebabkan terjadinya hujan sedang-lebat dan angin kencang.

Selain itu, yang patut diwaspadai secara umum dari potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jabar dan Cekungan Bandung tersebut adalah dampak tambahan dari hujan ringan-lebat tersebut, yaitu potensi terjadinya banjir dan longsor.

Beberapa wilayah Jawa Barat yang memiliki kontur berbukit seperti Garut, Sumedang, Sukabumi Utara, dan Bogor masih berpeluang terjadi longsor walaupun tidak signifikan.

Pihaknya mengimbau, untuk menghadapi potensi bencana tersebut, masyarakat diharap selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang signifikan, seperti perubahan drastis dari panas ke mendung. 

"Kami mengimbau kepada masyarakat,  untuk selalu berhati-hati ketika sedang bepergian di jalan raya, berlindung di tempat aman juga menjauhi tempat-tempat yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi," katanya.

Baca juga: Ade Barkah Tersangka, Berawal dari Perbolehkan Abdul Rozaq Minta Jatah Dana Aspirasi Lebih dari 5

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved