Breaking News:

Ramadan 1442 H

Besaran Zakat Fitrah di Kabupaten Sumedang Tahun Ini Ditetapkan Rp 30 Ribu

Besaran zakat fitrah tersebut ditetapkan berdasarkan laporan dari Diskoperindag terkait harga beras di pasar dan ketersedian beras saat Ramadan

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Kantor Baznas Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang sudah menetapkan besaran zakat fitrah pada bulan Ramadan tahun ini sebesar Rp 30 ribu atau setara 2,5 kilogram beras.

Ketua Baznas Kabupaten Sumedang, Ayi Subhan Hafas mengatakan, besaran zakat fitrah tersebut ditetapkan berdasarkan hasil rapat pleno bersama Dewan Syariah, Pemerintah Daerah, Kemenag Sumedang, DPRD, dan Diskoperindag Kabupaten Sumedang

"Besaran zakat fitrah itu sudah disepakati saat rapat pleno pada 30 Maret 2021," ujarnya saat ditemui di Kantor Baznas Sumedang, Jumat (16/4/2021).

Ayi mengatakan, besaran zakat fitrah tersebut ditetapkan berdasarkan laporan dari Diskoperindag terkait harga beras di pasar dan ketersedian beras saat memasuki bulan Ramadan tahun ini.

"Dari laporan, Disperindag, kami bisa melihat kira-kira pasaran beras ketika bulan Ramadan harganya berapa," kata Ayi.

Dari hasil rapat pleno tersebut, kata dia, pihaknya sudah bersepakat untuk menentukan besaran zakat fitrah tahun ini berdasarkan harga beras kualitas kelas 1 yang rata-rata Rp 17 ribu per kilogram.

"Sehingga kalau dikonversikan dengan nilai uang Rp 30 ribu per satu jiwa," kata Ayi.

Baca juga: Kapal Terbakar di Perairan Jabar, Mayoritas ABK Berasal dari Indramayu, Dievakuasi Kapal Tangker

Ia mengatakan, besaran zakat fitrah tersebut sama dengan Ramadan tahun lalu, hanya saja waktu itu pengumpulan zakat fitrah tersebut tidak memenuhi target.

"Tahun lalu besarannya sama Rp 30 ribu, hanya kami mengalami penurunan target. Dari target kita Rp 25 miliar, kita cuma mencapai Rp 24,5 miliar atau 95 persen," ucapnya.

Menurutnya, target tahun lalu tidak tercapai karena saat awal Maret 2020 lalu, sudah masuk masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan strategi penghimpunan hingga sosialisasi, terbentur penerapan protokol kesehatan.

"Sehingga penghimpunan zakat fitrah tahun lalu tidak begitu sempurna," kata Ayi.

Baca juga: Belum Maksimal di Dua Pertandingan Persib, Farshad Noor Merasa Kondisi Fisiknya Kini Jauh Lebih Baik

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved