Breaking News:

Dinas Perikanan Karawang Curiga Garam Impor Dioplos Jadi Garam Konsumsi, Berbahaya

Abuh menyebut kandungan NaCl garam impor di atas 97 persen. Padahal, jika untuk konsumsi masyarakat, menurutnya justru berbahaya.

Humas Jabar
ILUSTRASI - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau Sentra Garam Rakyat Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa (10/11/20). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Dinas Perikanan Karawang menuding adanya kebocoran garam impor dioplos sebagai garam konsumsi untuk dijual kepada masyarakat.

"Kami curigai, garam impor ini dioplos, untuk konsumsi warga. Kami lihat dari warnanya saja," kata Sekretaris Dinas Perikanan Abuh Buchori kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Abuh menyebut kandungan NaCl garam impor di atas 97 persen. Padahal, jika untuk konsumsi masyarakat, menurutnya justru berbahaya.

"Untuk aman konsumsi, kandungan NaCl-nya antara 94-97 persen. Di atas 97 persen justru berbahaya," ujarnya.

Dalam waktu dekat, Abuh mengaku akan melakukan pengecekan sejumlah gudang garam milik swasta yang ada di Karawang.

Sementara itu, isu impor sendiri telah menurunkan harga garam rakyat di Karawang.
"Impor menyebabkan spekulasi harga garam itu menurun. Bahkan hingga Rp 350 perkilogram," katanya.

Baca juga: Deretan Kata-kata Romantis Ucapan Buka Puasa Ramadan, Cocok Dikirimkan ke Pasangan

Di Karawang pada Tahun 2019 tambak garam seluas 200 hektar. Sedang pada 2020 seluas 110 hektar. Tambak garam tersebar di empat desa, yakni Muarabaru Kecamatan Cilamaya Wetan, Ciparagejaya Kecamatan Tempuran, dan Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon. Tambak garam paling luas terdapat di Prau Bosok, Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan.

"Produksinya 2020 hanya 1 566 ton sedang 2019 mencapai 11 ribuan ton. Memang tergantung musim," katanya.

Abuh menyayangkan, banyak industri garam di Karawang yang tidak memanfaatkan petambak garam lokal.

Baca juga: Bulan Ramadan, Satpol PP Bubarkan Muda-mudi di Majalengka yang Asyik Makan di Tempat Umum

Penulis: Cikwan Suwandi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved