Breaking News:

Suap Wali Kota Cimahi

TERUNGKAP, Wali Kota Cimahi Terima Suap Rp 1,6 M dan Gratifikasi Rp 6 M, Minta Jadi Tahanan Kota

Ajay M Priatna diduga menerima suap Rp 1,6 miliar plus ada uang gratifikasi Rp 6 miliar.

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Wali Kota Cimahi Non-aktif Ajay M Priatna digiring petugas di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (14/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Cimahi non-aktif Ajay M Priatna menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata Rabu (14/4/2021).

Di sidang perdana itu, Ajay M Priatna yang datang ke pengadilan mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendengarkan dakwaan jaksa KPK

Pada dakwaan, Ajay didakwa Pasal 12 huruf a, Pasal 11 dan Pasal 12 huruf B Undang-undang Pemberantasan Tipikor.

Baca juga: Siang Ini Gempa Bumi Melanda Cilacap, Pusat Lindu Ada di Laut Selatan, Ini Unggahan BMKG

Baca juga: Hafizah Tunanetra dari Karawang Mencari Syekh Ali Jaber Tak Jadi Juri, Tangis Ustaz Amir pun Pecah

"Terdakwa menerima hadiah berupa uang secara bertahap sejumlah total Rp 1.661.250.000 dari Hutama Yonathan selaku Direktur Utama PT Mitra Medika Sejati sekaligus pemilik Rumah Sakit Umum
RSU Kasih Bunda," ujar jaksa KPK, Budi Nugraha.

Hutama Yonathan sendiri turut ditetapkan tersangka dan sudah menjalani pemeriksaan pengadilan.

Menurut jaksa, penerimaan uang oleh Ajay, seharusnya terdakwa mengetahui atau patut menduga bahwa hadiah berupa uang diberikan agar tidak mempersulit perizinan pembangunan RS Kasih Bunda Kota Cimahi.

"Perbuatan menerima hadiah berupa uang itu bertentangan dengan kewajiban terdakwa selaku penyelenggara negara," ucap dia.

Wali Kota Cimahi non-aktif Ajay M Priatna (rompi oranye) setelah menjalani sidang perdana.
Wali Kota Cimahi non-aktif Ajay M Priatna (rompi oranye) setelah menjalani sidang perdana. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Pada 2018, RS Kasih Bunda hendak membangun penambahan gedung dengan memperluas dan menambah bangunan rumah sakit menjadi 12 lantai.

Mereka harus mengurus izin ke Pemkot Cimahi melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved