Breaking News:

Megaproyek Bukit Algoritma

TERUNGKAP, Lokasi Megaproyek Bukit Algoritma di Sukabumi, Ada di Perkebunan, Luasnya 888 Hektare

Lokasi lahan megaproyek Bukit Algoritma di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya terungkap.

Tribunjabar.id/M Rizal Jalaludin
Lokasi megaproyek Bukit Algoritma yang dibangun serupa Silicon Valley di Amerika Serikat ini berada di lahan perkebunan milik PT Bintang Raya Lokalestari (BRL), yang tersebar di kawasan Pasir Langkap, Cilentab dan Kubang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Lokasi lahan megaproyek Bukit Algoritma di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya terungkap.

Penelusuran Tribunjabar.id, ternyata lahan proyek yang akan dibuat seperti Silicon Valley di Amerika Serikat ini berada di lahan perkebunan milik PT Bintang Raya Lokalestari (BRL), yang tersebar di kawasan Pasir Langkap, Cilentab dan Kubang, Kecamatan Cikidang.

Direktur Utama PT BRL, Dhanny Handoko mengatakan, 888 hektare lahan yang direncanakan akan dibangun Bukit Algoritma ini berada di lahannya.

Baca juga: VIDEO Tempat Proyek Bukit Algoritma di Sukabumi Rawan Gempa Bumi, Berada di Jalur Sesar Aktif

Baca juga: BREAKING NEWS, Warga Selatan Sukabumi Kaget, Rasakan Gempa Kuat, Imbas Lindu di Bayah Banten

Baca juga: BREAKING News Gempa 5,1 Baru Saja Mengguncang Bayah Banten, Pusat Gempa di Laut, Ini Kata BMKG

Ia pun menegaskan, bahwa PT BRL hanya sebagai penyedia ruang atau lahan.

"Kami menyiapkan ruang atau lahan, memang di Sukabumi kan masih banyak tersedia ruang, nah mudah-mudahan datang investor hadir bersama ikut membangun Sukabumi maju. Untuk kecamatan Cikidang dan Cibadak kawasan kita ini 880-an hektare, kita disini PT Bintang Raya Lokaslestari, terdiri dari beberapa perusahaan perkebunan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (14/4/2021).

Menurutnya, sudah ada pemetaan yang dilakukan dalam perencanaan proyek yang direncanakan menghabiskan anggaran Rp 18 triliun ini.

"Kegiatan Bukit Algoritma saat ini pemetaan menggunakan teknologi cangggih saya liat itu, tapi hasilnya belum tahu," jelasnya.* (M Rizal Jalaludin)

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved