Breaking News:

Sekitar 60 Persen Industri Garmen dan Koveksi Bangkrut

Direktur Jenderal IKM dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, meninjau beberapa IKM garmen dan konveksi di Kabupaten Bandung

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad
Direktur Jenderal IKM dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, saat meninjau IKM kerudung Mafela di Sorenag Kabupaten Bandung, Selasa (13/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Di tengah pandemi Covid-19 dan gempuran barang jadi, industri kecil menengah (IKM) pun garmen dan konveksi terdampak. Ada yang mampu bertahan bahkan maju lebih besar, banyak juga yang bangkrut.

Direktur Jenderal IKM dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, beserta jajarannya meninjau beberapa IKM garmen dan konveksi di Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

"Kenapa memilih ke wilayah Bandung karena di Bandung ini paling banyak ( garmen dan konveksi )," ujar Gati Wibawaningsih, saat meninjau produksis kerudung Mafela di Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (13/4/2021).

Menurutnya, akibat diterpa pandemi Covid-9, banyak IKM yang tidak berhasil hingga gulung tikar. "Lebih banyak yang tidak berhasil, karena orang kreatif enggak banyak," kata Gati Wibawaningsih.

Ia memperkirakan 60 persen industri garmen dan konveksi gagal bangkit di tengah wabah virus korona.

Baca juga: LOWONGAN KERJA Terbaru di BUMN di Bank Mandiri Minimal Lulusan D3 Semua Jurusan, Cek Daftar di Sini

Baca juga: Anulir Gol Cristiano Ronaldo, Asisten Wasit Laga Serbia vs Portugal Dipecat

Gati mengatakan Kementerian Perindustrian menyiapkan program untuk membangkitkan industri garmen dan konveksi yang mati suri.

"Dengan kunjungan ini kami akan melakukan diskusi, akan diundang pemerintah daerah, kita harus bikin apa. Pertama, brand image harus ditingkatkan," ujarnya.

Hal lain yang perlu adalah pemenuhan bahan baku lokal dan safeguard barang jadi supaya produk IKM bisa bersaing.

"Untuk berapa bea masuknya besok baru akan dibicarakan," kata dia.

Supaya produk bisa bersaing, kata Ganti, perlu ada standarisasi dalam industri garmen dan konveksi. "Standarisasi juga kan bukan produk, tapi standarisasi dari SDM-nya," ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved