Breaking News:

Kepala Desa di Cianjur Ditangkap saat Patungan Beli Sabu, Sementara Kepsek Diamankan saat Pesta Sabu

Kasat Narkoba Polres Cianjur AKP Ali Jupri mengatakan pesta sabu tersebut terungkap berdasarkan laporan masyarakat.

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Seorang kepala desa dan seorang kepala sekolah MTs di Cianjur ditangkap dalam kasus terpisah oleh Satnarkoba Polres Cianjur namun sama diduga sebagai pengguna sabu-sabu. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Seorang kepala desa dan seorang kepala sekolah MTs di Cianjur ditangkap dalam kasus terpisah oleh Satnarkoba Polres Cianjur namun diduga sama-sama sebagai pengguna sabu-sabu.

Kepala desa, SM, ditangkap saat ia memesan sabu melalui keponakannya, pada 7 April lalu, sedangkan kepala sekolah SG ditangkap polisi saat pesta sabu dengan seorang wanita dan tiga orang temannya.

Kasat Narkoba Polres Cianjur AKP Ali Jupri mengatakan pesta sabu tersebut terungkap berdasarkan laporan masyarakat.

Dalam laporan yang diterima di salah satu kontrakan di kawasan Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, kerap terjadi penyelahgunaan narkoba jenis sabu.

Sementara itu, Polres Cianjur berhasil mengamankan ratusan botol miras ilegal hasil pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Lodaya Tahun 2021 menjelang Ramadan selama 10 hari dari tanggal 4-13 April 2021.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai, mengatakan, operasi ini dilaksanakan dalam rangka untuk memberantas penyakit masyarakat seperti penjualan dan penggunaan miras hingga premanisme serta penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Cianjur.

Baca juga: Ganjar Pranowo Beberkan Upaya Jawa Tengah Tangkal Radikalisme, Paling Efektif Lewat Seni dan Budaya

“Operasi pekat ini dengan sasaran perjiudian, premanisme, penjualan miras ilegal, kejahatan jalanan/Geng motor hingga Narkotika,” katanya.

Kapolres berharap dengan operasi pekat dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif.

Sehingga warga masyarakat khususnya umat muslim dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan damai.

“Tentunya keberhasilan pengungkapan kasus ini sebagian besar juga karena adanya informasi dari masyarakat, kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan mau melaporkan apabila mengetahui tindak pidana atau sesuatu yang meresahkan masyarakat," katanya.

Baca juga: Ketum PKB Cak Imin di Mata Anak Gus Dur Yenny Wahid: PKB Cak Imin Tidak Sehat, Tunjukkan Nepotisme

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved