Breaking News:

THR Harus Tetap Dibayarkan Penuh oleh Perusahaan Meski Terimbas Pandemi Corona

Namun di sisi lain para pengusaha saat ini masih dalam masa pemulihan ekonomi, masih banyak sektor yang terdampak dan belum bangkit akibat pandemi Cov

KOMPAS/PRIYOMBODO
illustrasi. Pemerintah mewajibkan pengusaha untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh dan tepat waktu, paling lambat H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah mewajibkan pengusaha untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh dan tepat waktu, paling lambat H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Namun di sisi lain para pengusaha saat ini masih dalam masa pemulihan ekonomi, masih banyak sektor yang terdampak dan belum bangkit akibat pandemi Covid-19.

Menanggapi hal ini, Sekertaris Eksekutif DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Rudi Martono menjelaskan kondisi sektor usaha terbagi menjadi beberapa klasifikasi.

"Ada yang terdampak sangat berat, ada yang sedang, dan ada juga yang ringan. Tentu saja bagi sektor yang tidak terlalu terdampak harus mengikuti ketentuan dari pemerintah untuk memberikan THR paling lambat H-7," ujar Rudi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (13/4/2021).

Saat ini kata Rudi masih ada sektor yang terdampak cukup berat akibat pandemi Covid-19 seperti perhotelan, transportasi, dan jasa wisata.

Selain itu sektor garment dan tekstil pun menjadi perusahaan yang terkena dampak yang mendalam karena masalah saing harga dengan produk impor.

Ia mengatakan yang mengetahui kondisi perusahaannya tentu para pekerjanya, sehingga di kondisi pemulihan ini diharapkan ada perundingan bipartit.

"THR itu kan hak normatif pekerja, ya THR harus dibayarkan," ujar Rudi.

Menurutnya dalam kondisi akibat pandemi Covid-19, semua kalangan tentu memahami kondisi ini.

Oleh karena itu mekanisme pemberian THR, menurut Rudi harus diberikan secara bipartit  bagaimana mekanisme untuk pembayaran THR 2021.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengeluarkan aturan pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan pada Senin (12/4/2021). 

Aturan pemberian THR bagi pekerja dan buruh ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2021.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pada 2021, THR wajib dibayarkan penuh kepada pekerja dan buruh. 

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved