Breaking News:

Dari 70 Pekerja Hanya Tersisa 2, Pelaku Usaha Gamis Terpuruk Akibat Pandemi dan Banjir Produk Impor

Pelaku usaha tidak hanya terpuruk akibat pandemi tapi juga banyaknya produk impor yang masuk ke Indonesia

produksi kerudung- Produksi kerudung di IKM kerudung ang bermerek Meflanna, di Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (13/4/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Di tengah terpaan pandemi Covid 19 dan gemburan barang impor, banyak pengusaha yang gulung tikar, namun ada juga yang bertahan bahakan kebanjiran orderan.

Seperti halnya, Ivan Maulana Tamdjid, yang merupakan pelaku IKM kerudung Meflanna, kini kebanjiran orderan.

"Menjelang lebaran banyak orderan tak tergarap, mungkin 100 persen peningkatannya," ujar Ivan, saat sitemui di tempat produksinya yanag berada di Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Sempat Kritis 8 Hari Karena Tertimbun Bata, Santri Korban Kecelakaan Truk Tabrak Madrasah Meninggal

Ivan memaparkan, produksinya tersebut mencapai 100 ribu kerudung pebulannya, meski belakangan pernah hanya 10 ribu perbulan tapi kini produksinya sudah mendekati 100 ribu kerudung perbulannya.

"Sebelum ada Covid produksi stabil saja, setelah covid mati dulu semua (tak produksi), pada saat 7 bulan setelah Covid sudah mulai ada permintaan," kata Ivan.

Ivan memaparkan,  teman-teman sesama kompetitor banyak yang gak jalan, sehingga orderan hampir sebagian besar masuknya ke yang bisa bertahan..

"Mungkin karena banyak yang gak jalan, tapi entah apa persoalannya, sehingga volume (permintaan) jadi lebih banyak," ujarnya.

Baca juga: ILUNI UI Buka Sentra Vaksinasi, Dukung Pemerintah Perang Lawan Covid-19

Ivan menjelaskan, sebetulnya kalau di awal itu pekerjaan (orderan) terbagi sekarang mengerucut, persentasenya peningkatannyan mencapai 100 persen. 

"Saya kemarin sempat berfikir membuat produk yang bisa diterima masyarakat salah satunya printing. Cuman ketika laku jadi pilihan yang kuat, kami lakukan karena di printing itu bisa lebih banyak konsep yang diterapkan (dalam produksi kerudungnya)," tuturnya.

Jadi menurutnya, komponen pendukung bisa langsung tercover oleh yang telah berjalan, ketika desain printing itu jalan, terdapat tim jait yang bisa langsung bekerja.

Halaman
123
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved