Breaking News:

Warga Kota Sukabumi Diizinkan Adakan Buka Bersama, Namun Wali Kota Achmad Fahmi Minta Ini

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memperbolehkan masyarakat menggelar acara buka dan sahur bersama selama Ramadan 1442 Hijriah.

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: Giri
Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memperbolehkan masyarakat menggelar acara buka dan sahur bersama selama Ramadan 1442 Hijriah.

Namun harus memenuhi sejumlah persyaratan.

"Diperbolehkannya buka dan sahur bersama selama Ramadan itu, mengacu surat edaran Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar," kata Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, kepada wartawan di Balai Kota, Senin (12/4/2021).

Namun, kata dia, bila memang ada keinginan yang kuat dan mendesak untuk mengikuti buka puasa bersama, tentunya masyakat atau pengelola rumah makan harus memperhatikan protokol kesehatan.

"Jadi, hotel, restoran, kafe, tolong menjaga kapasitas ruangan 50 persen, dan menerapkan 3 M. Hal ini telah sesuai dengan surat edaran dari gubernur. Namun buka atau sahur lebih baik dilakukan dirumah saja," kata Fahmi.

Selain itu, ia menjelaskan, terkait pelaksanaan keagamaan selama bulan Ramadan pun boleh dilaksanakan masyarakat.

Baca juga: Tolak Tunjangan Hari Raya Dicicil, Seratusan Buruh Demonstrasi di Gedung Sate Bandung

Baca juga: Seperti Lebaran Tahun Lalu, Dishub Purwakarta Akan Lakukan Penyekatan di Empat Titik Ini

Namun, diminta untuk benar-benar menerapkan dan memperhatikan standar protokol kesehatan.

"Salat Tarawih bersama, tadarus Quran, iktikaf, dan Nuzulul Quran masih bisa dilakukan. Asalkan kapasitas diisi sebanyak 50 persen yang sesuai dengan ruangan, dan itu sesuai dengan edaran dari Kemenag,” ucap Fahmi.

Dia meminta masyarakat untuk bisa mengikuti dan menaati peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Baca juga: Perbedaan Metode Hilal dan Hisab dalam Penentuan 1 Ramadhan atau 1 Syawal

Baca juga: Krisjiana Geram, Sebut Siti Badriah Di-bully Setelah Tanggapi Video Lesti, Bilang Konten Boy Konyol

Baca juga: Seekor Monyet Liar Serang Warga dan Acak-acak Warung di Kuningan

Sehingga pelaksanaan ibadah bisa dilakukan, begitu pun penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 bisa diterapkan.

”Mari kita sambut Ramadan ini dengan penuh kegembiraan. Tetapi jangan melupakan protokol kesehatan dijalankan, karena saat pandemi Covid-19 belum berakhir," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved