Breaking News:

Ramadan 1442 H

Panduan Ibadah Ramadan untuk Muslim di Subang, Buka Bersama Boleh Lho, Tapi . . .

Ini panduan ibadah Ramadan dan Idulftri bagi muslim di Kabupaten Subang tahun 1442 H.

Tribun Jabar/Irvan Maulana
Masjid Agung Kabupaten Subang. Foto diambi dari seberang Jalan Alun-alun Subang, Senin (12/4/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Subang, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Menjelang bulan suci Ramadan 1442 H Pemerintah Kabupaten Subang telah mengeluarkan surat edaran panduan ibadah Ramadan dan Idulfitri.

Surat dengan Nomor: Pm.03/880/kesra tersebut dikeluarkan sebagai panduan ibadah masyarakat di masa pandemi Cobid-19 yang masih berlangsung di Kabupaten Subang.

Surat edaran tersebut memuat 12 poin rinci sebagai petunjuk bagi masyarakat Subang yang akan menjalankan ibadah puasa secara tertib aman dan nyaman di tengah pandemi.

Baca juga: Setiap Tahun Salat Tarawih Kilat di Indramayu Selalu Viral, Jemaah Berbondong-bondong Sengaja Datang

Baca juga: Masjid Agung Palabuhanratu Akan Gelar Salat Tarawih pada Ramadan Ini, Tak Ada Persiapan Khusus

Berikut 12 poin tersebut :

1. Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan sesuai hukum, syariah, serta sesuai tata cara ibadah yang ditentukan agama.

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga.

3. Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan serta menghindari kerumunan.

4. Dinas atau Intansi terkait agar memberikan imbauan kepada pengusaha restoran, rumah makan,dan atau warung serta pedagang makanan supaya tidak menyediakan pelayanan makan tempat, dan tidak melayani penjualan makanan dan minuman pada siang hari, serta hanya diperbolehkan 50 persen dari kapasitas ruangan untuk menyediakan layanan buka bersama selama bulan Ramadhan.

Ilustrasi salat dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Ilustrasi salat dengan memperhatikan protokol kesehatan. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

5. Pengurus Masjid atau musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain : salat Fardu lima waktu, salat Tarawih dan witir, Tadarus Al-Qur’an, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman satu meter antar jamaah, dan setiap jamaah diwajibkan membawa sajadah atau mukena masing-masing.

Halaman
12
Penulis: Irvan Maulana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved