Breaking News:

Pasar Ekspor Masih Terbuka Lebar, Petani Lembang Didukung Tingkatkan Hasil Produk Holtikultura

Sektor pertanian tetap tumbuh ditengah pandemi para petani didukung tingkatkan produk holtikultura untuk perluas pasar ekspor

istimewa
Sektor pertanian tetap tumbuh ditengah pandemi para petani didukung tingkatkan produk holtikultura untuk perluas pasar ekspor 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sektor pertanian termasuk salah satu sektor yang bisa bertahan ditengah pandemi Covid-19. Bahkan sektor pertanian menunjukkan peningkatan seiring meningkatnya permintaan produk hasil tani.

Salah satu produk yang diminati bahkan bisa sampai ekspor adalah holtikultura.

Untuk membina para petani agara teta[p eksis dan bisa meningkatkan hasil produksinya, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak salah satunya dengan adanya koperasi tani.

Baca juga: Coba Bunuh Diri, Kakek Encung Nangkring di Pohon Kelapa Sejak Sore sampai Malam

Kali ini, Dompet Dhuafa Jabar bersama Koperasi Produsen Agronative Pratama Indonesia (KPAPI) menggelar acara “Grand Launching Koperasi Tani Expo Integrated Farming 2021” di Kampung Cijerokaso Wetan, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, belum lama ini.

Acara ini adalah ikhtiar Dompet Dhuafa Jabar bersama mitra donor, diantaranya BAZMA Pertamina, Prudential Syariah, Keluarga Muslim Citibank dan PT Audy Mandiri Indonesia dalam pengembangan lanjutan program Desa Tani Dompet Dhuafa Jabar.

Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Bambang Suherman mengatakan, “Koperasi Produsen Agronative Pratama Indonesia adalah koperasi tani yang lahir dari rahim Program Desa Tani Dompet Dhuafa Jawa Barat. Peresmian koperasi ini adalah bentuk dari keberhasilan program pemberdayaan yang dilakukan oleh Lembaga kolaborator, yaitu Dompet Dhuafa, BAZMA Pertamina, PT Audy Mandiri Indonesia, dan yang lainnya.”

Baca juga: Tempat Wisata di Ciwideuy Diserbu Pengunjung Jelang Ramadan, Tapi Tak Tak Tampak Wisatawan Ini

Bambang menambahkan dalam pemberdayaan bidang ekonomi Dompet Dhuafa Jawa Barat menginisiasi program Desa Tani sejak Desember 2018.

Program Desa Tani menjadi titik awal bagi petani-petani lokal dan dhuafa untuk dapat eksis menggarap lahan tani sendiri sehingga mampu meningkatkan perekonomian petani lokal.

Pada awal berdirinya, Desa Tani memiliki luas lahan 1,2 Ha dengan 12 orang penerima manfaat.

“Memasuki tahun ketiga ini, Program Desa Tani berkembang ke sektor koperasi pengadaan sarana produksi pertanian, dari luasan lahan juga mengalami perkembangan yaitu dengan total luas lahan 2,8 Ha dengan total 52 orang penerima manfaat,” pungkas Bambang.

Halaman
123
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved