Breaking News:

Masjid Nusantara Bersama Rumah Zakat Pasok 700 Paket Sembako untuk Korban Bencana NTT

Lembaga akan terus berupaya secepat mungkin memasok bantuan bagi korban banjir bandang NTT. Khusus di Lembata

Editor: bisnistribunjabar
Istimewa

TRIBUNJABAR.ID LEMBATA, NTT - Masjid Nusantara bersama Rumah Zakat memasok bantuan bagi penanganan korban bencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berupa 700 paket sembako dan fidyah disalurkan langsung oleh tim relawan kepada korban terdampak bencana di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Sabtu (10/4/2021).

Tim Masjid Nusantara, Moch Iqbal Vetra mengatakan, pemberian bantuan dilakukan sesegera mungkin karena kondisi korban di pengungsian saat ini kekurangan kebutuhan pangan sehari-hari. "Ratusan warga Kabupaten Lembata saat ini masih mengungsi di Lewoleba, ibukota Lembata. Mereka mengeluh masih kekurangan makanan, kasur dan pakaian,"kata Iqbal usai menyerahkan bantuan di kantor Kecamatan Ile Ape, Jumat (9/4/2021).

Akses menuju lokasi bencana melalui udara, laut dan darat sempat lumpuh karena cuaca buruk terjadi selama 31 Maret hingga 4 April 2021.
Iqbal menerangkan, distribusi bantuan sempat terkendala lantaran akses menuju lokasi bencana yang masih lumpuh. Perjalanan darat dan laut juga belum bisa ditempuh karena cuaca buruk masih terjadi di kepulauan flores timur.

"Kami baru sampai hari Jumat karena jalan darat terputus akibat longsor sementara jalur laut gelombang masih tinggi, perahu pengangkut bantuan enggan melaut,"sebutnya. Dalam aksi penyaluran bantuan ini, Masjid Nusantara juga menggandeng aktor layar lebar Adhin Abdul Hakim untuk memantau lokasi bencana banjir bandang yang menimpa beberapa desa di Kecamatan Ile Ape. Nampak alat berat masih melakukan pencarian warga yang hilang tersapu banjir bandang, sisa bencana terlihat dari reruntuhan bangunan dan hamparan batu menimpa kampung.

"Kita lihat bagaimana dahsyatnya banjir bandang ini meluluh lantakkan pemukiman warga, puluhan warga meninggal, ratusan mengungsi dan kerugian harta benda belum terhitung hingga kini,"ucap Adhin.

Sementara Direktur Masjid Nusantara, Pras Purworo menerangkan pihak lembaga akan terus berupaya secepat mungkin memasok bantuan bagi korban banjir bandang NTT. Khusus di Lembata, kata dia, laporan relawan di lapangan menyebut kebutuhan logistik dan pakaian menjadi kebutuhan prioritas. Nyaris seluruh pemukiman di bantaran sungai terdampak langsung bencana banjir bandang.

ntt1104b
ntt1104b (Istimewa)

"Bantuan dari luar masih terkendala cuaca, kami membeli logistik yang ada di pulau Lembata untuk segera disalurkan ke posko pengungsian,"tandasnya.
Warga terdampak Ahmad heban menyatakan, bantuan langsung paket sembako dari Masjid Nusantara dan Rumah Zakat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para korban.
Bila mengandalkan bantuan pemerintah, lanjutnya, kerap terkendala prosedur yang panjang. Sehingga bantuan langsung seperti ini bisa dimanfaatkan pengungsi korban banjir bandang.

Dalam waktu sehari, lanjut dia, dapur umum di posko pengungsian ini harus memasak 170 kilogram beras bagi 91 kepala keluarga pengungsi. Mereka merupakan pengungsi dari desa Lamawolo, Kecamatan Ile Ape, rumah mereka sudah hanyut disapu banjir bandang.

ntt1104c
ntt1104c (Istimewa)
ntt1104d
ntt1104d (Istimewa)

"Di posko Labatukang ini ada 200 jiwa pengungsi, mereka butuh sekali pakaian dan makanan karena pada saat kejadian hanya bawa pakaian di badan. Untuk bantuan pemerintah itu harus pengajuan dulu baru kita dapat barangnya, bantuan langsung seperti dari Masjid Nusantara ini yang kami butuhkan segera,"pungkasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved