Breaking News:

Dinkes Sumedang Masih Cari Waktu yang Tepat Untuk Vaksinasi Saat Ramadan, Bisa Pagi atau Malam

Jika penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan saat sasarannya tengah menjalankan ibadah puasa, dikhawatirkan akan ada efek samping yang serius

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendaliaan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Reny K Anton 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang masih mencari waktu yang tepat untuk melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi pelayan publik selama bulan Ramadan.

Jika penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan saat sasarannya tengah menjalankan ibadah puasa, dikhawatirkan akan ada kejadian ikut pasca-imunisasi (KIPI) atau efek samping yang serius seperti mengalami pusing.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendaliaan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Reny K Anton, mengatakan, waktu vaksinasi selama bulan Ramadan itu harus diatur supaya bisa aman bagi sasaran dan petugas.

"Kami edang cari (waktu yang tepat) bagaimana vaksinasi saat Ramadan bisa tetap aman," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (11/4/2021).

Reny mengatakan, untuk menentukan waktu yang tepat dalam melaksanakan vaksinasi selama bulan Ramadan itu, Dinkes sudah rapat dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumedang.

Baca juga: Kata-kata Minta Maaf Sebelum Puasa Ramadan 2021, Ucapan Penuh Makna Buat Keluarga dan Kerabat

Baca juga: Tradisi-tradisi Menyambut Bulan Ramadan, Ini Kegiatan yang Biasa Dilakukan Selain Munggahan

"Hasil rapat sudah ada tersirat, mungkin bisa saja vaksinasi ini setelah salat Tarawih," kata Reny.

Opsi kedua, kata Reny, vaksinasi tersebut bisa saja dilaksanakan pada pagi hari saat sasarannya masih dalam kondisi bugar, tetapi Dinkes harus memastikan kesiapan dari mereka.

"Kami belum menemukan cara yang pas, tetapi pasti ada beberapa cara yang bisa kita lakukan," ucapnya.

Kedua opsi tersebut kemungkinan dipilih karena meski saat bulan Ramadan, vaksinasi tahap kedua bagi pelayan publik ini tetap harus ada.

"Jadi pilihan waktunya kemungkinan saat malam hari, atau kalau sasarannya berkenan, kami akan melaksanakan pada pagi hari saat yang berpuasa masih segar bugar, dan KIPI juga akan minim," kata Reny.

Pelaksanaan vaksinasi saat pagi hari itu, kata Reny, juga kemungkinan dilakukan karena berdasarkan kajian ulama, penyuntikan Vaksin Covid-19 itu tidak membatalkan puasa.

"Itu kajian dari MUI, dan menjadi kekuatan bagi kita,"  ujarnya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved