Breaking News:

Banjir Bandang Flores Timur

Dampak Siklon Tropis Seroja di NTT, 174 Warga Meninggal Dunia, 48 Orang Hilang

Korban meninggal dunia akibat dan hilang akibat dampak siklon tropis Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) masih bertambah

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Syafika Lamawuran untuk Pos Kupang
NTT berduka. Puluhan warga Ile Boleng di Pulau Adonara, Flores Timur, meninggal dunia akibat banjir bandang. Ratusan tertimbun longsor dan masih dicari. 

Salah satunya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada sepekan, yakni 3 sampai 9 April 2021.

Baca juga: Mensos Bawa Kompor Gas dan Tempe Orek untuk Korban Banjir Bandang di NTT

Baca juga: 138 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang di NTT, 61 Orang Hilang

Pada Jumat (9/4/2021), Presiden Joko Widodo (  Jokowi )  mengunjungi satu lokasi bencana di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Lembata.

"Sampai siang hari ini, total korban di Nusa Tenggara Timur ada 163 yang meninggal dan masih dalam pencarian 45 orang," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat.

Presiden mengatakan telah memerintahkan jajarannya untuk terus melalukan pencarian. Keadaan lapangan yang dipenuhi bebatuan besar, ucapnya, sangat menyulitkan operasional alat-alat besar yang digunakan dalam proses pencarian korban.

"Sudah saya perintahkan agar terus dicari dan ditemukan yang masih hilang 45 orang," ujarnya. Jokowi pun memastikan bahwa logsitik untuk para pengungsi sudah tercukupi. (Fahdi Fahlevi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Data Korban Bencana NTT: 174 Orang Meninggal dan 48 Orang Belum Ditemukan

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved