Breaking News:

Rumah Sakit yang Gunakan Obat Kadaluarsa Bisa Dicabut Ijin Usahanya

Dalam hal ini, menurut Firman, konsumen pun memiliki hak untuk mendapatkan perawatan yang layak dan semestinya dari rumah sakit.  

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Ravianto
(PIXABAY)
Ilustrasi obat kadaluarsa 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Konsumen Indonesia, Firman Turmantara, mengatakan bahwa berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999, RSUD yang menggunakan obat kadaluarsa bisa dikenakan tiga sanksi, yaitu sanksi perdata, sanksi administrasi, serta sanksi pidana.

"Sanksi perdata berbentuk kompensasi atau ganti rugi, sanksi administrasi berbentuk pencabutan izin, dan sanksi pidana diberikan dalam bentuk maksimal penjara 5 tahun atau denda Rp2 miliar," tutur Firman , Jumat (9/4).

Dalam hal ini, menurut Firman, konsumen pun memiliki hak untuk mendapatkan perawatan yang layak dan semestinya dari rumah sakit.  

Hak konsumen atau pasien saat berobat ke klinik atau rumah sakit diantaranya adalah  hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jas, hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.

Konsumen pun berhak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa tersebut,  hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang/dan atau jasa yang digunakan.

"Konsumen juga memiliki hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut,  hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen,  hak untuk diperlakukan dan dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif," ujar Firman.

Tak hanya itu, kata Firman,  pasien atau konsumen pun memiliki hak untuk mendapat dispensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana semestinya, serta hak-hak yang diatur dalam kenentuan peraturan perundang undangan yang lain, (kemal setia permana) 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved