Breaking News:

Ibu Jual Anak Kandung

Soal Kasus Prostitusi Online yang Melibatkan Ibu-Anak di Majalengka, Ini Komentar Bupati

Bupati Majalengka, Karna Sobahi, mengaku prihatin atas munculnya kasus prostitusi yang melibatkan satu keluarga di Majalengka, Jawa Barat.

Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Bupati Majalengka, Karna Sobahi, mengaku prihatin atas munculnya kasus prostitusi yang melibatkan satu keluarga di Majalengka, Jawa Barat.

Menurut Karna Sobahi, ini merupakan kasus prostitusi pertama kali terjadi di Majalengka.

"Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah Majalengka. Tim KDRT yang sudah dibentuk juga harus bangkit ketika ada persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat, termasuk kekerasan rumah tangga," ujar Karna Sobahi kepada media, Jumat (9/4/2021).

Pemda juga langsung melakukan komunikasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) provinsi Jawa Barat guna meminimalisasi kasus serupa.

Pasalnya jika dibiarkan, ucapnya, tentu kurang bagus terhadap lingkungan hingga daerah.

Karna Sobahi mengatakan terbongkarnya kasus prostitusi itu juga harus menjadi pelajaran untuk lebih membangkitkan lagi pembinaan kepada kepala keluarga.

Baca juga: Bisnis Prostitusi Keluarga, Sang Ibu Sudah Siapkan Kamar Khusus di Rumah bagi Pelanggan Putrinya

Baca juga: Prostitusi Anak-anak di Hotel Artis Chyntiara Alona, Rata-rata Berumur 14-15 Tahun

Pemda Majalengka juga telah berkoordinasi dengan beberapa pihak seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majalengka, DMI hingga DKM untuk memberikan porsi tertentu dalam melakukan pembinaan kepada kepala keluarga.

Disinggung soal peran pemerintah desa (pemdes) yang kurang maksimal dalam mengantisipasi peristiwa ini, Karna Sobahi, menilai kasus prostitusi itu lebih pada kesalahan individu.

"Saya imbau masyarakat jangan lengah dalam menyikapi persoalan-persoalan kritis. Karena kalau kita lengah maka akan muncul persoalan sosial di lingkungan masyarakat," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap seorang ibu yang diduga menjual anak kandungnya ke pria hidung belang di Majalengka.

Wanita berinisial TA (45) itu diduga menjual anaknya Y yang berusia 25 tahun seharga Rp 400 ribu per pelanggan. TA pun ditangkap di rumahnya di Desa Genteng, Kecamatan Dawuan pada Jumat (12/3/2021).

TA menawarkan jasa perempuan melalui aplikasi whatsapp dengan cara mengirimkan foto berikut tarifnya.

Ia juga menyediakan sebuah kamar di rumahnya untuk dipakai sebagai tempat putrinya menerima pelanggan. Hal itu diketahui suami TA.

Saat ditangkap, didapati seorang pria dan perempuan yang sedang berduaan di dalam kamar rumah TA. Dari situlah terungkap bahwa perempuan yang ada di dalam kamar tersebut ialah Y, anak kandung TA.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved