Breaking News:

Obat Kedaluwarsa

RSUD Beli Obat Kedaluwarsa, Bupati Indramayu Harus Tegas, Jangan Ada Kongkalikong

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, mengaku sangat terkejut dengan kabar adanya dugaan temuan pembelian obat kedaluwarsa.

Istimewa
Bupati Indramayu, Nina Agustina, saat melakukan sidak di RSUD Indramayu, Kamis (8/4/2021). Bupati diminta tegas dalam kasus pembelian obat kedaluwarsa. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, mengaku sangat terkejut dengan kabar adanya dugaan temuan pembelian obat kedaluwarsa senilai Rp 1,2 miliar di RSUD Indramayu.

Abdul Hadi mengatakan, langkah yang harus segera dilakukan adalah mengamankan obat-obatan kedaluwarsa tersebut, jangan sampai dikonsumsi masyarakat atau pasien rumah sakit.

"Kalau untuk obat rumah sakit, pasti membahayakan nyawa. Kalau ada orang, misalkan, pasien yang harus mengonsumsi obat untuk hipertensi, ketika obatnya kedaluwarsa, akan menimbulkan efek-efek yang lain dan membahayakan nyawa," kata Abdul Hadi saat dihubungi melalui telepon, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Rumah Sakit Beli Obat Kedaluwarsa, Terjadi di RSUD Indramayu, Nilainya Rp 1,2 Miliar

Baca juga: Ridwan Kamil Menangis Saat Pidato Pembangunan Kembali Masjid Syaikh Ajlin di Palestina

Anggota dewan dari Fraksi PKS ini meminta pihak berwajib untuk melakukan investigasi menyeluruh, mengembangkan kasusnya, sehingga semua dugaan kejahatan ini bisa terkuak sampai ke akar-akarnya.

"Kami mohon aparat bertindak profesional karena kewenangan yang diberikan ini adalah kepada aparat penegak hukum untuk menyelamatkan masyarakat."

"Aparat kami harap segera menuntaskan ini, ditindak secara terbuka, jangan sampai ada petak umpet kongkalikong dan sejenisnya," tuturnya.

Adanya kasus ini, ujarnya, membuat masyarakat bisa meragukan pelayanan kesehatan.

Padahal selama ini masyarakat memercayakan pengelolaan rumah sakit kepada pemerintah.

Karenanya, inilah saatnya pemerintah mengembalikan kepercayaan masyarakat tersebut.

"Ini kesempatan buat Bupati Indramayu yang baru untuk melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang memang selama ini menjadi biang kerok."

"Rumah sakit Indramayu ini kan di bawah pengelolaan kesehatan Indramayu, bisa melakukan proses-proses penggantian yang diperlukan, tapi semuanya sesuai dengan prosedur hukum, praduga tak bersalah tetap dijaga," katanya.

Ketegasan Bupati Indramayu, katanya, sangat ditunggu masyarakat dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat dan membersihkan Indramayu dari pihak-pihak yang tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada publik.

"Pelayanan tidak boleh terhenti. Pada intinya kita berharap dan yakin orang baik lebih banyak dibanding orang yang korupsi."

"Praktik-praktik untuk membeli sesuatu yang tidak sesuai dengan nilainya ini adalah praktik-praktik korupsi dan ini akan otomatis menjadi merugikan karena nilai barang yang dibeli tidak sesuai dengan harganya," katanya. (syarif abdussalam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved