Breaking News:

Dishub Kota Bandung Normalisasi Angkutan Barang Langgar ODOL, Upaya Wujudkan Kota Bandung Zero ODOL

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mulai melakukan normalisasi terhadap kendaraan angkutan barang yang terbukti melakukan pelanggaran ODOL.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Kepala Dishub Kota Bandung, E.M. Ricky Gustiadi, melakukan normalisasi terhadap sebuah kendaraan angkutan barang yang telah melanggar aturan ODOL secara simbolis di bengkel perusahaan karoseri PT Antika Raya Bandung, Jalan Golf Raya, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021). 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mulai melakukan normalisasi terhadap kendaraan angkutan barang yang terbukti melakukan pelanggaran over dimension over load (ODOL).

Kepala Dishub Kota Bandung, E.M. Ricky Gustiadi, mengatakan, kegiatan normalisasi kendaraan angkutan barang tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya sosialisasi dan edukasi. Tujuannya mewujudkan rencana aksi keselamatan kendaraan bermotor menuju Kota Bandung Zero ODOL Tahun 2023. 

"Selama enam bulan ini kami telah melakukan upaya sosialisasi dan edukasi terkait regulasi berkenaan dengan batas dimensi dan muatan kepada para pemilik kendaraan bermotor angkutan barang. Bahkan, kami pun sudah memberikan surat peringatan kepada mereka (pemilik kendaraan) yang memiliki kondisi kendaraan menyalahi regulasi agar segera memperbaiki atau menormalisasi sendiri kondisi kendaraannya," ujar Ricky setelah kegiatan normalisasi kendaraan angkutan barang simbolis di bengkel perusahaan karoseri PT Antika Raya Bandung, Jalan Golf Raya, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021).

Oleh karena itu, lanjutnya, kegiatan normalisasi kendaraan angkutan barang yang dilakukan sebagai contoh kepada pemilik kendaraan angkutan barang lainnya agar memiliki kesadaran dan segera dapat menyesuaikan kondisi standar kendaraannya sesuai regulasi yang ada.

Ricky menegaskan, pihaknya hanya akan melayani pengujian kendaraan bermotor angkutan barang maupun penumpang yang telah mengikuti regulasi batas dimensi dan muatan.

"Sejak bulan Maret, kami sudah memberikan surat peringatan kepada 80 kendaraan angkutan barang di Kota Bandung yang terbukti melanggar ODOL untuk segera mengikuti standarisasi aturan yang telah ditetapkan. Setelah mereka menormalisasi kendaraan, lalu kembali datang ke pengujian tentu kami layani dengan baik," ucapnya.

Mengenai pemilik kendaraan  bermotor angkutan barang yang tetap membandel, Ricky menjelaskan, pihaknya bersama tim penegakan hukum memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap kendaraan yang dinilai melanggar ODOL dengan berbagai cara. Semua itu sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009. Di antaranya penilangan dan tuntutan kurungan atau penyitaan kendaraan.

"Secara operasional di lapangan, kewenangan pelaksana uji kelaikan kendaraan kan ada di kami (dishub/kemenhub), baik uji pertama maupun reguler per enam bulan sekali. Sehingga pelaksanaan pengawasan dari penegakan aturan dapat kami lakukan dengan mengacu pada UU Nomor 22 Tahun 2009. Maka, bila setelah diberikan surat peringatan namun tetap membandel, maka selanjutnya pemberian sanksi tegas yaitu, penilangan hingga penyitaan kendaraan," ujar Ricky.

Hal senada disampaikan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IX Provinsi Jawa Barat, Denny Michels Adlan.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved