Breaking News:

Banyak Perusahaan Beralih ke Digitalisasi, Pakar Pemasaran: Jangan Lupakan Manusianya

Di masa pandemi, banyak perusahaan yang beralih ke digitalisasi, untuk memperluas pasarnya, tapi banyak juga yang melupakan unsur humanity

Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Pakar pemasaran Indonesia, Hermawan Kartajaya, dalam webinar RUN21 RUN 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Memasuki awal tahun 2021 berbagai perusahaan bangkit untuk memulihkan ekonomi nasional.  Berbagai strategi pun dilakukan untuk bisa bertahan dan memulai kehidupan yang baru.

Sebagian perusahaan pun layaknya belajar memulai dari nol setelah diterpa pandemi Covid-19 yang sudah memasuki satu tahun ini.

Sebagian perusahaan lagi kebingungan dan khawatir akan kondisinya, apalagi dibayang-bayangi kompetitor yang akan melakukan langkah lebih cepat.

Pakar pemasaran Indonesia, Hermawan Kartajaya, hadir dalam webinar RUN21 RUN atau Rethinking, Unifiying, dan Navigating selama 2021 untuk membangkitkan perusahaan post pandemic.

Hermawan mengatakan, di masa pandemi banyak perusahaan yang beralih ke digitalisasi, untuk memperluas pasarnya. Sayangnya, banyak yang melupakan unsur humanity. Padahal, ucapnya, keadaan bisa berjalan seimbang jika mengusung online dan offline sekaligus.

"Gunakan strategi marketing kompas yaitu digital, human, local, global, dan balance," ujar Hermawan saat webinar bertema Mengusung tema Rethinking the Competition, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Hari Ini Persib Bandung Naik Bus ke Sleman, Robert Puji-puji Persebaya, Sebut Anggaran Terbatas

Baca juga: Sopir Gemetaran Saat Menemukan Uang Rp 10 Berceceran di Jalan, Cari Pemiliknya Hingga di Medsos

Chairman Markplus Inc ini mengatakan, saat ini, digital menjadi prioritas utama dalam menjalankan bisnis, namun jangan mengabaikan manusia. Teknologi dan manusia, ucapnya, harus berjalan beriringan dan tetap fokus pada hal lokal yang nantinya bisa menuju global.

"Seperti kompas, jangan sampai kehilangan kendali. Jika tahu arah perusahaan mau ke mana, strategi marketingnya akan seimbang," ujarnya.

Ia  mengatakan kondisi saat ini banyak perusahaan tradisional, konvensional, maupun startup yang terkekang dan takut untuk membebaskan diri.

Halaman
12
Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved