Breaking News:

Banjir Bandang Flores Timur

Banjir Bandang NTT, Jokowi Sebut Korban Meninggal Dunia Jadi 163 Orang

Hal ini Jokowi sampaikan saat mengunjungi salah satu lokasi bencana di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Lembata, NTT, Jumat (9/4/2021).

Editor: Tarsisius Sutomonaio
(POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)
Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara Kabupeten Flores Timur pada Sabtu 3 April 2021. Flotim menjadi salah satu wilayah terparah akibat badai siklon tropis yang melanda NTT kali ini. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur ( NTT ) terus bertambah.

Pada Kamis (7/4/2021) pukul 20.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), mengumumkan ada 138 orang meninggal dunia akibat bencana itu. 

Pada Jumat (9/4/2021), Presiden Joko Widodo (  Jokowi ) menyebut korban meninggal dunia bertambah 25 orang. Selain itu, ada puluhan orang yang hilang dan masih belum ditemukan.

Hal ini Jokowi sampaikan saat mengunjungi salah satu lokasi bencana di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Lembata, NTT, Jumat (9/4/2021).

"Sampai siang hari ini, total korban di Nusa Tenggara Timur ada 163 yang meninggal dan masih dalam pencarian 45 orang," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat.

Presiden mengatakan telah memerintahkan jajarannya untuk terus melalukan pencarian. Keadaan lapangan yang dipenuhi bebatuan besar, ucapnya, sangat menyulitkan operasional alat-alat besar yang digunakan dalam proses pencarian korban.

Baca juga: Mensos Bawa Kompor Gas dan Tempe Orek untuk Korban Banjir Bandang di NTT

Baca juga: Masjid Nusantara Bangun Masjid di Pelosok NTT

"Sudah saya perintahkan agar terus dicari dan ditemukan yang masih hilang 45 orang," ujarnya. Jokowi pun memastikan bahwa logsitik untuk para pengungsi sudah tercukupi.

Kendati demikian, jumlah warga yang mengungsi tidak terlalu besar. "Hanya tadi ada dari masyarakat menyampaikan BBM-nya mahal. Ya, saya terima," katanya.

Menurut Jokowi, warga yang berada di lokasi terdampak akan direlokasi. Terkait rencana ini, Jokowi telah berbicara dengan Gubernur NTT dan juga Bupati Lembata. Relokasi akan dilakukan secepat-cepatnya.

"Terakhir, saya secara pribadi dan mewakili pemerintah mengucapkan duka yang mendalam atas korban yang ada. Semoga arwah mereka diterima di sisi Tuhan, diberikan tempat yang terbaik dan yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran," kata Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, banjir disertai dengan longsor terjadi di kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, NTT, Minggu (4/4/2021). (Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Korban Meninggal Akibat Banjir NTT 163 Orang, Hilang 45",

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved