Breaking News:

Terkait Obat Kedaluwarsa, Diduga Karena Human Error atau Kelalaian, Kemungkinan Sengaja Sangat Kecil

Jika ada kesengajaan dalam pemberian obat kadaluarsa, dilihat dari sistem kefarmasian, itu sangat kecil kemungkinan terjadi.

Tribun Jabar/Handhika Rahman
RSUD Indramayu, Selasa (28/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Praktisi farmasi dan apotek H Yena Ma'soem menilai kesalahan pemberian obat kedaluwarsa pada pasien diduga karena 'human error' atau kelalaian.

"Kalau ada kasus seperti itu saya rasa itu pasti karena kelalaian atau human error' dalam tata kelola kefarmasian," ujar Yena saat dihubungi via ponselnya, Kamis (8/4/2021).

Yena yang malang melintang di dunia apoteker itu menyebut, jika ada kesengajaan dalam pemberian obat kedaluwarsa, dilihat dari sistem kefarmasian, itu sangat kecil kemungkinan terjadi.

Ia menyebut sistem kefarmasian diatur di Permenkes Nomor 35 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Apotek.

"Kan ada Permenkes Nomor 35 itu. Itu mengatur sangat detail soal farmasi. Dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan, hingga pemberian obatnya ke pasien diatur. Pengawasannya ketat. Jadi, kalau ada kesengajaan, saya rasa enggak ya," ucap Yena.

Lantas, bagaimana jika ke kemungkinannya ada obat yang sudah kedaluwarsa kemudian diberi stempel masa kedaluwarsa yang panjang. Itu juga kata Yena, tidak memungkinkan terjadi.

Baca juga: Cara Anya Geraldine Isi Akhir Pekan, Jadi Mekanik Hingga Riding Si Sexy Lexi

"Untuk obat itu stempel kadaluarsanya bukan pakai tulisan, tapi pakai emboss itu lho, itu bagian dari penatakelolaan pengawasan kefarmasian. Jadi tidak mungkin juga kalau bikin stempel palsu," ucap Yena.

Yena yang juga pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jabar itu menyebut, meskipun ada kelalaian, tidak serta merta itu lolos dari sanksi.

"Apoteker itu kan profesi. Ada organisasi profesinya, ada kode etiknya. Jika terbukti lalai, ada sanksi," ucap dia.

Baca juga: Dedi Mulyadi dan Bocah Rh Datangi Polres Karawang, Cabut Laporan Kasus Pengeroyokan

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved