Breaking News:

Temuan Pembelian Obat Kadaluarsa Rp 1,2 Miliar di RSUD Indramayu, Bupati Minta Periksa dan Selidiki

Temuan ini berawal saat Nina Agustina meminta laporan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Indramayu dalam tiga bulan terakhir.

Tribun Jabar/Handhika Rahman
RSUD Indramayu, Selasa (28/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pembelian obat kadaluarsa senilai Rp 1,2 Miliar ditemukan dalam Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Indramayu.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Indramayu, Iyus Zatnika membenarkan adanya temuan itu.

Pihaknya pun bakal mendalami temuan karena merugikan uang negara.

Saat ini, laporan tersebut sedang didalami oleh bagian Intel Kejaksaan Negeri Indramayu.

"Nanti kalau sudah alat buktinya lengkap naik ke kita di Pidsus untuk melakukan penyelidikan," ujar dia.

Sebelumnya, temuan ini didapati Bupati Indramayu, Nina Agustina, saat melakukan sidak di rumah sakit setempat.

Temuan ini berawal saat Nina Agustina meminta laporan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Indramayu dalam tiga bulan terakhir.

Baca juga: Kabar Baru Ningsih Tinampi, Tempat Praktik Tutup, Ningsih Sebut Dilamar Juragan Durian? Ini Faktanya

Permintaan itu sudah dilakukan berulang kali namun tidak diindahkan oleh pihak direktur, sehingga harus melakukan Sidak.

Benar saja, saat disidak, ia menemukan pembelian obat kadaluarsa senilai Rp 1,2 Miliar.

Pada kesempatan itu, Nina Agustina langsung menghubungi Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Indramayu untuk mengusut tuntas keganjalan tersebut.

"Dokumen laporan keuangan yang selama ini dibuat direksi RSUD Indramayu harus diperiksa dan diselidiki, saya tidak mau kedepannya ada masalah hukum," ujar Nina Agustina.

Baca juga: Nama Diskominfo Indramayu Dicatut Orang Tak Dikenal, Keliling Paksa Beli Foto Bupati Rp 500 Ribu

Adanya temuan ini, membuat Direktur dan Wakil Direktur Keuangan RSUD Indramayu terlibat pasrah saat disidak Bupati.

Jajaran direktur mengaku siap menerima sanksi bilamana ada kesalahan yang dilakukan jajarannya.

"Saya sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam mengelola RSUD ini,saya pasrahkan sama pimpinan saja," ungkap Direktur RSUD Indramayu, Lisfayeni.

Baca juga: Heboh Video Viral Becak Goyang di Pinggir Jalan di Medan, Diduga Aksi Asusila, Polisi Turun Tangan

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved