Breaking News:

Preman Kampung yang Lakukan Pemalakan di Gedebage Diamankan, Uang Hasil Pemalakan Dipakai Beli Miras

Dua pelaku berinisial A dan E ini memalak pegawai perusahaan telekomunikasi yang sedang memperbaiki kabel fiber optik.

Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Dua orang preman kampung yang melakukan pemalakan di kawasan Gedebage diamankan anggota Polsek Gedebage. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dua orang preman kampung yang melakukan pemalakan di kawasan Gedebage diamankan anggota Polsek Gedebage.

Dua pelaku berinisial A dan E ini memalak pegawai perusahaan telekomunikasi yang sedang memperbaiki kabel fiber optik.

Aksinya kemudian terekam dalam video dan tersebar di media sosial. Dalam video itu keduanya memaksa korban memberikan uang Rp 1 juta sebagai pengamanan.

Dalam rekaman itu pun terdengar keduanya mengancam akan menurunkan belasan anggota ormas jika pegawai tersebut tak menuruti permintaannya.

Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang mengatakan, pihak perusahaan pun memenuhi permintaan keduanya dan langsung membuat laporan kepada pihak kepolisian.

"Peristiwa pemalakan itu terjadi pada 3 April lalu. Saat itu, pekerja melakukan perbaikan kabel fiber optik yang putus akibat proyek. Datang dua orang E dan A datang menemui korban, dimintai uang pengamanan. Korban tidak memegang uang namun tetap dipaksa," ujar Adanan Mangopang, di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Temuan Pembelian Obat Kadaluarsa Rp 1,2 Miliar di RSUD Indramayu, Bupati Minta Periksa dan Selidiki

Adanan menegaskan bakal melakukan pengembangan karena diduga praktik pemalakan melibatkan banyak pihak dan terjadi berulang kali.

"Praktik ini bisa terjadi dimana saja. Kalau masyarakat tau, melihat mendengar segera melapor. Jajaran polsek diinstruksikan untuk melakukan pengembangan. Kami dari Polrestabes Bandung akan memback up," katanya.

Atas perbuatannya, A dan E dijerat Pasal 368 tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Di tempat yang sama, A mengaku bahwa uang hasil pemerasan itu digunakan untuk membeli minuman keras.

"Uangnya dibagi bagi dua dengan (E), buat minum-minum (keras)," ujar A.

Baca juga: Jelang Persib vs Persebaya, Pemain Anyar Maung Bandung Pede, Optimistis Melaju ke Semifinal

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved