Breaking News:

Masjid Nusantara Bangun Masjid di Pelosok NTT

Yayasan Masjid Nusantara (YMN) memulai pembangunan masjid pertama bagi warga di Dusun Horsal, Kabupaten Lembata, Desa Balauring, Provinsi NTT (7/4)

Istimewa
Yayasan Masjid Nusantara (YMN) memulai pembangunan masjid pertama bagi warga di Dusun Horsal, Kabupaten Lembata, Desa Balauring, Provinsi NTT (7/4) 

TRIBUNJABAR.ID, LEMBATA - Yayasan Masjid Nusantara (YMN), lembaga filantropi yang bergerak pada kemakmuran masjid di pelosok Indonesia memulai pembangunan masjid pertama bagi warga di Dusun Horsal, Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/4/2021). 

Ratusan warga dusun Horsal merupakan muslim minoritas di pulau Lembata, mata pencaharian sebagai nelayan dengan makanan pokok nasi jagung. Selama ini, untuk menunaikan ibadah berjamaah mereka harus berjalan hingga 1 kilometer untuk sampai ke masjid terdekat.

Yayasan Masjid Nusantara (YMN) memulai pembangunan masjid pertama bagi warga di Dusun Horsal, Kabupaten Lembata, Desa Balauring, Provinsi NTT (7/4)
Yayasan Masjid Nusantara (YMN) memulai pembangunan masjid pertama bagi warga di Dusun Horsal, Kabupaten Lembata, Desa Balauring, Provinsi NTT (7/4) (Istimewa)

Tim Jelajah Masjid Nusantara mengajak aktor Adhin Abdul Hakim untuk memulai pembangunan masjid di dusun pulau Lembata bagian timur itu.

Tim melakukan perjalanan pagi dari Larantuka menaiki perahu motor selama 3 jam ke ibukota kabupaten Lembata, Lewoleba. Dari sana perjalanan darat menuju timur Lembata sekira 5 jam.

Tak mudah untuk mencapai dusun Horsal, bintang iklan Google dan tim harus melibas jalan poros Lembata yang masih berupa tanah dan berbatu. Sesekali laju kendaraan terhenti karena air sungai meluap ke jalan, belum lagi tebing curam di kiri jalan.

"Kali ini Yayasan Masjid Nusantara mau bangun masjid di pulau Lembata, disini tinggal muslim minoritas di NTT,"kata Adhin.

Setelah menempuh perjalanan panjang nan melelahkan, tim sampai di dusun Horsal sore hari disambut tarian Hedung Soka warga sekitar. Makan sirih pinang, menjadi ritual wajib bagi tamu yang datang kesini.

Setelah sejenak beristirahat, Adhin berbincang dengan warga sekitar. Kerinduan akan adanya bangunan masjid ditengah dusun sudah mereka dambakan puluhan tahun.

Othman Watun (52), salah seorang ustadz dusun Horsal mengatakan, puluhan tahun mereka mengharapkan terbangun bangunan masjid untuk salat berjamaah dan tempat mengaji anak-anak.

Namun harapannya itu tak kunjung terwujud karena biaya pembangunan masjid tidak sedikit, sedangkan taraf ekonomi warga masih rendah.

Halaman
123
Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved