Breaking News:

Dadang Supriatna Wacanakan Revitalisasi Sungai di Kabupaten Bandung agar Bebas dari Banjir

Kepala Dinas PUTR Agus Nuria menambahkan ada beberapa arahan dari bupati terpilih, Dadang Supriatna, terutama soal kemungkinan memperlebar sungai

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad
Bupati Bandung terpilih, Dadang Supriatna bersama Kepala Dinas PUTR Agus Nuria meninjau lokasi yang kerap terjadi banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Bupati Bandung terpilih, Dadang Supriatna, bersama Kepala Dinas PUTR Agus Nuria, dan jajarannya meninjau beberapa titik lokasi yang kerap terjadi banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/4/2021).

Penanggulangan banjir, ucap Dadang Supriatna, akan dilakukan di empat kecamatan terlebih dahulu.

"Keempat kecamatan itu adalah Bojongsoang, Majalaya, Cikancung, dan Rancaekek," ujarnya setelah meninjau aliran Sungai Cipamokolan di Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Rabu.

Menurutnya, akan pelajari beberapa titik sungai dan anak sungai yang akan direvitalisasi.

"Ya mungkin di Cikancung saja ada 6 jalur (sungai dan anak sungai), di Rancaekek ada 4 jalur, di Majalaya ada 2 jalur, dan di Bojong Soang ada 6 jalur," kata Dadang Supriatna.

Tahap pertama ucapnya adalah pengoptimalan anak-anak sungai supaya air bisa mengalir ke Sungai Citarum.

Baca juga: Petani di Desa Suntenjaya Lembang Kewalahan Terima Orderan Sayuran, Padahal Dulu Sulit Menjualnya

Baca juga: Anda Perlu Tahu, Niat Puasa Ramadan dan Sembilan Hal yang Membatalkan Puasa

Dadang mengatakan saluran dan anak-anak sungai yang berada di wilayah Bojongsoang harus direvitalisasi. "Terutama di Tegaluar, yang keduaya kita akan lihat situasi di lokasi masing-masing apakah harus dibuatkan pintu air atau pompa," ujar dia.

Menurutnya, revitalisasi ini supaya ada percepatan air surut ketika terjadi banjir.  "Ketiga, kami akan usulkan juga koordinasi dan komunikasi dengan intansi terkait, seperti BBWS, dan Kementerian PU," katanya.

Kepala Dinas PUTR Agus Nuria menambahkan ada beberapa arahan dari bupati terpilih, terutama soal kemungkinan untuk memperlebar sungai-sungai.

"Kemudian mengantisipasi sedimentasi, kami akan melaksanakan normalisasi saluran, baik itu salauran irigasi maupun drainase," ujar Agus. Ia memang itu tidak menjamin akan tidak ada banjir lagi.

"Mungkin, waktu surutnya banjir itu akan bisa lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Itu upaya-upaya kami juga akan menindak lanjuti, sesuai dengan arahan Pak Bupati terpilih," katanya.

Menurutnya,  ada beberapa rencana pembangunan kolam retensi diTegalluar.

Di Tegalluar itu akan terdapat kereta api cepat, kata Agus, para pengusaha yang mempunyai tanah ada kewajiban 10 persen dari luas tanah itu digunakan untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum.

"Itu tentunya diarahkan kepada kolam-kolam retensi, yang akan menampung air dan air ini bisa digunakan waktu kering dan saat hujan tak banjir," ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved