Breaking News:

Cegah Pemudik Masuk Sumedang, Polisi Akan Lakukan Penyekatan di Jatinangor dan Tomo

Selain melakukan penyekatan, Polres Sumedang juga menyiapkan tes GeNose C19.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Polisi saat melakukan ujicoba pengetesan alat GeNose C19 di Mapolres Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Anggota Polres Sumedang bakal melakukan penyekatan kendaraan di dua perbatasan Kabupaten Sumedang menyusul adanya larangan mudik lebaran dari pemerintah pusat pada tahun ini.

Penyekatan kendaraan pemudik itu akan dilakukan di daerah Kecamatan Tomo yang masuk perbatasan dengan Majalengka dan Kecamatan Jatinangor yang merupakan perbatasan dengan Bandung.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, mengatakan, dalam penyekatan tersebut pihaknya akan memutarbalikan kendaraan pemudik yang akan masuk ke Kabupaten Sumedang.

Baca juga: Pabrik di Cikopo Purwakarta Terbakar Siang Tadi, Satu Orang Alami Luka Bakar, Ini Kronologinya

Baca juga: Ini Pengakuan Pemuda di Sumedang yang Lakukan Asusila pada Anak Dibawah Umur hingga Hamil 2 Bulan

"Karena larangan mudik diberlakukan, tentunya kami akan melakukan pemutarbalikan," ujarnya saat ditemui di Mapolres Sumedang, Kamis (8/4/2021).

Selain melakukan penyekatan, pihaknya juga sudah menyiapkan alat GeNose C19 untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 dari para pemudik yang datang dari zona merah.

"Alat ini nanti akan digunakan bergantian di pos penyekatan Jatinangor perbatasan Bandung dan Tomo perbatasan Majalengka," kata Eko.

Menurut Eko, alat GeNose ini cocok untuk mendeteksi kasus Covid-19 dari para pemudik karena hasilnya sangat cepat dan akurasinya juga mencapai 90 hingga 95 persen.

"Jadi dalam waktu dekat, alat ini akan digunakan untuk antisipasi adanya pemudik ataupun orang-orang dari luar wilayah yang ingin masuk Sumedang. Maka di perbatasan, kami akan melakukan pengetesan menggunakan alat ini," ucapnya.

Eko mengatakan, alat GeNose C19 ini juga untuk menyukseskan program pemerintah yang saat ini tengah melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

"Tentunya, alat ini akan digunakan dalam melakukan testing, tracing, dan treatment (3T). Jadi, sebesar-besarnya alat ini akan diperuntukan bagi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Sumedang," kata Eko.

Baca juga: Persib Bandung dan Persebaya Surabaya Punya Hubungan Baik, Robert Berharap Menular ke Tim Lain

Baca juga: Dishub Jabar Antisipasi Pergerakan Mudik Dini, Siapkan 338 Titik Penyekatan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved