Breaking News:

Hari Nelayan

VIDEO-Tak Ada Arak-arakan, Hari Nelayan Ke-61 di Sukabumi Digelar Sederhana

Perayaan hari nelayan biasanya diselenggarakan dengan berbagai acara pentas seni dan juga arak-arakan putri nelayan...

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Perayaan hari nelayan biasanya diselenggarakan dengan berbagai acara pentas seni dan juga arak-arakan putri nelayan.

Namun, di hari nelayan ke 61 tahun 2021 di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kali ini diselenggaran sederhana karena terkendala pandemi Covid-19.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi, Dede Ola mengatakan, kali ini hanya digelar acara syukuran, istigosah dan santunan anak yatim yang bertempat di halaman kantor DPC HNSI Kabupaten Sukabumi, Selasa (6/4/2021).

"Hari ini tahun kedua kita terdampak Covid-19 tidak bisa merayakan hari nelayan seperti biasanya, satu menghargai pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 karena kesehatan penting bagi kita semua, hari nelayan tidak bisa dikesampingkan karena hari nelayan ini seyogyanya merupakan bentuk rasa syukur jadi bukan sekedar seremonial saja, bukan hanya meriah-meriahan atau ajang promosi tradisi budaya," ujarnya kepada wartawan di Palabuhanratu.

"Intinya rasa syukur kami kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rezeki yang ada di lautan dibarengi dengan potensi lainnya, juga ajang promosi yang ada di Kabupaten Sukabumi berkaitan dengan perikanan karena terdapat juga potensi pariwisata termasuk budaya yang ada di daerah. Istigosah merupakan rasa syukur bukan dihari nelayan saja, tasyakuran," jelasnya.

Ia berharap, di hari nelayan ke 61 ini dapat membawa berkah bagi para nelayan Kabupaten Sukabumi.

"Harapan kami hubungan sesama manusia dan kepada Allah dapat terealisasi, terimplementasikan dengan adanya reformasi karakter, terutama di pribadi nelayannya sendiri mendalami apa itu keberkahan serta menggali potensi yang bermanfaat untuk kita semua," katanya.

"Terutama bidang perikanan ini saya berharap dengan jargon menggali potensi meraih berkah. Dengan solidaritas dan sinergitas, baik vertikal maupun horizontal. Agar potensi bisa bermanfaat harmonis ke segala penjuru.  Tanpa mengabaikan kelestarian agar bisa berkelanjutan. Laut menjadi keberkahan masyarakat, khususnya Palabuhanratu yang sebagian besar berprofesi nelayan. Kepada masyarakat pada umumnya," ucapnya. (*)

Penulis: M Rizal Jalaludin
Video Production: Dicky Fadiar Djuhud

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved