Breaking News:

Pemisahan Bayi Kembar Siam Asal Soreang Hasna-Husna Berjalan Lancar, Ini Penjelasan Ketua Tim Dokter

Ini penjelasan ketua tim dokter mengenai pemisahan bayi kembar siam Hasna-Husna.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Tangkapan layar Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSHS Dikki Drajat Kusmayadi menjelaskan terkait rencana tindakan operasi bayi kembar Hasna-Husna di sebuah kamar operasi RSHS Bandung, Rabu (7/4/2021 

Laporan wartawan Tribun Jabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tindakan operasi pemisahan bayi kembar siam pendempetan bagian perut (Omphalopagus) bernama Hasna Alfa Thunisa Nugraha dan Husna Alfa Thunisa Nugraha (Hasna-Husna), di Rumah Sakit Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berjalan lancar. 

Proses operasi yang berlangsung sekitar 8-9 jam dari mulai tahapan sebelum operasi pada pukul 08.00 WIB tersebut,  melibatkan 90 orang tim medis dari berbagai spesialisasi.

Berdasarkan tayangan video rekaman berdurasi 22 detik persiapan tindakan operasi yang diterima awak media dari Humas RSHS Bandung, kedua bayi yang merupakan anak kedua dan ketiga dari pasangan Tia Setiadi Nugraha dan Oom Komariah, tampak sehat dan menggemaskan. 

Baca juga: Bayi Kembar Siam Hasna-Husna Dioperasi 8 Jam, Sang Ibu Bahagia Sekaligus Sedih

Baca juga: GOLL Irfan Bachdim Cetak Gol, PSS Unggul 1-0, Jika Skor Bertahan, Ini Lawan Persib di Perempat Final

Terlebih saat mengenakan kerudung merah marun, sambil tetap berada dalam dekapan tangan dari ibunya, di sebuah ruang perawatan RSHS Bandung.

Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSHS Dikki Drajat Kusmayadi mengatakan, sebelum tindakan operasi dilakukan, pasien datang dari Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) menuju kamar operasi.

Di kamar PICU keduanya dilakukan tahap persiapan, termasuk pemberian anastesi atau pembiusan oleh dokter spesialis anastesi.

Selanjutnya, setelah seluruh tahap proses persiapan operasi dilakukan, sekitar pukul 10.00 WIB, satu tim spesialisasi bedah plastik melakukan desain sayatan dari bagian perut hingga dada, guna menentukan bagian-bagian yang dipotong dalam proses pembedahan.

"Kenapa harus didesain, karena setelah nanti dipisahkan, kemungkinan penutupan luka (pascaoperasi) agak sulit, yang disebabkan otot dan bagian kulitnya tidak memungkinkan untuk penutupan alami secara sederhana," ujarnya melalui tayangan video pascaoperasi yang dihimpun Tribun Jabar, Rabu (7/4/2021).

Selanjutnya, setelah dilakukan penyayatan oleh dokter bedah plastik, yang kemudian diteruskan oleh tim dokter bedah toraks dan spesialisasi bedah jantung. Kemudian, setelah dibedah, tampak terdapat selaput penutup jantung yang bersatu. 

Halaman
123
Penulis: Cipta Permana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved