Tempat Mengaji Dibakar Massa

Kisah Pilu Santriwati Penghafal Alquran di Garut Dinodai Guru, Trauma dan Hafalan Belasan Juz Hilang

Korban RK kini merasa trauma berat dan sudah lupa apa itu mengaji setelah menjadi korban pencabulan gurunya.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Sidqi AG
Tempat mengaji yang dibakar massa di Cilawu , Garut. Massa membakar tempat tersebut setelah mendengar pengakuan seorang santriwati. 

Laporan Kontributor Tribunjabar Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - RK (17) korban pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru ngaji hingga saat ini mengalami trauma berat dan sulit diajak bicara.

Informasi tersebut disampaikan oleh sekretaris desa tempat korban tinggal, Ajid Gani.

Ia mengatakan menurut keterangan keluarga korban, saat ini korban tidak bisa diajak bicara dan mengalami trauma berat.

Baca juga: Janda Aminah dan 3 Anaknya di Cianjur, Tinggal di Rumah Hanya Ditutup Terpal, Hidup Makin Berat

Baca juga: Sosok Era Setyowati Alias Sierra Model yang Dinikahi Siri Bos BUMN Profesor M, Mintai Tanggung Jawab

"Korban sudah tidak ingin melakukan apa-apa lagi, seperti yang bingung, padahal dulunya anaknya rajin dan penghafal Alquran," katanya saat diwawancarai Tribunjabar.id, Rabu (07/4/2021), di Cilawu, Garut.

Bahkan menurut Ajid saat ditanya korban sudah lupa dengan namanya mengaji padahal korban mempunyai hafalan sepuluh hingga lima belas juz Alquran.

"Seperti yang lupa aja gitu apa itu ngaji, trauma berat kemarin juga waktu diperiksa sudah tidak bisa dimintai keterangan lagi," ucapnya.

Ajid menjelaskan RK lahir dari keluarga yang sederhana dan mempunyai keinginan sekolah yang tinggi.

"Ayahnya pedagang siomay di Bandung, ibunya buruh lepas di kampungnya. Makanya dia termotivasi untuk belajar lebih giat," ucapnya.

Keinginan kedua orang tuanya menyekolahkan RK disambut antusias RK dalam belajar hingga mampu menghafal Alquran sampai belasan Juz.

Tempat mengaji yang dibakar massa di Cilawu, Garut. Pembakaran dilakukan setelah guru mengaji mencabuli seorang santriwati.
Tempat mengaji yang dibakar massa di Cilawu, Garut. Pembakaran dilakukan setelah guru mengaji mencabuli seorang santriwati. (Tribun Jabar/Sidqi AG)

Sebelumnya korban pernah mengaji di pondok lain, lalu kemudian pindah ke tempat ngaji milik pelaku.

"Tempat ngaji milik pelaku itu sudah berdiri kurang lebih sejak 7 bulan yang lalu," ucapnya.

Namun keberadaan tempat ngaji tersebut tanpa sepengetahuan desa setempat dan tidak ada izin apa pun kepada pemerintah setempat.

"Jadi memang itu pelaku orang pendatang," kata Ajid.

Rohidin (45) salah warga di sekitar tempat ngaji tersebut mengatakan ia sudah merasa curiga sejak berdirinya tempat ngaji itu.

"Curiga dari dulu ustaz itu suka ajak semua santrinya jalan-jalan ke tempat rekreasi tanpa biaya sepeserpun, padahal kan biasanya pasti aja ada biaya," katanya.

Rohodin menambahkan santri-santri pun sering diajak menginap di tempat tersebut dan berkegiatan di malam hari.

Baca juga: Satu Blok di Perumahan Cianjur Ini Harus Isolasi, Banyak Warga yang Positif Hasil Rapid Tes Antigen

Baca juga: Modus Guru Ngaji Perdayai Santriwati, Diajak Ziarah Padahal ke Hotel, Diberi Minuman Agar Tak Sadar

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved