Breaking News:

Delapan Buruh Asal Sumedang Terlantar di Lampung, Tak Dibayar Pemborong, Begini Kondisi Mereka

Delapan buruh bangunan asal Sumedang terlantar di Lampung. Jasa mereka tak dibayar oleh pemborong saat bekerja di Sumatera.

Istimewa
Delapan buruh bangunan asal Sumedang terlantar di Lampung. Tertipu pemborong yang mengajak kerja di Banyuasin, Sumsel. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Delapan buruh bangunan asal Sumedang, Jawa Barat, tepatnya dari Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu, dikabarkan ditipu pemborong.

Mereka akhirnya terlantar di Bandar Lampung, sejak Selasa (6/4/2021) pagi.

Berdasarkan informasi yang beredar, delapan buruh bangunan tersebut tidak dibayar pemborong saat mengerjakan pembangunan gudang di perkebunan sawit di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sejak Januari 2021 lalu.

Baca juga: Sosok Abah Popon Guru Ilmu Kebal Terkuak, Terkenal Sejak Tahun 1980-an, Kerap Didatangi Pejabat

Baca juga: Pemain yang Dinanti Bobotoh Persib Akhirnya Datang, Sudah Ikut Latihan, Tak Main Saat di Sleman

Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumedang, Yayat M Taufik Hidayat, membenarkan dan pihaknya telah menerima adanya informasi tersebut.

"Benar, sesuai informasi yang sudah beredar di medsos, saya sudah ditugaskan oleh Pak Kadis untuk menangani ini," ujar Yayat saat ditemui di kantornya, Rabu (7/4/2021).

Namun, pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci terkait kronologi dan penyebab pasti delapan buruh bangunan itu bisa tertipu pemborong hingga akhirnya terlantar di Lampung.

Hal tersebut, kata Yayat, karena hingga saat ini pihaknya masih terus menggali informasi dari pihak terkait setelah adanya informasi itu.

Namun, berdasarkan informasi awal, mereka awalnya pergi dari Sumedang untuk bekerja.

"Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, kemudian mereka koordinasi dengan Dinas Sosial Lampung," katanya.

Berdasarkan informasi terakhir, kata dia, delapan buruh bangunan itu sudah ditangani Dinas Sosial Lampung dan saat ini sudah diserahkan ke Dinas Sosial Banten untuk diserahkan ke Dinas Sosial Jabar.

"Jadi penyerahannya antar provinsi, sekarang dari Jabar sudah menunggu kedatangannya. Kabarnya dari Banten berangkat setelah Zuhur," ucap Yayat.

Untuk saat ini, pihaknya masih melakukan penulusuran identitas delapan buruh bangunan tersebut, karena hingga kini pihaknya belum menerima identitas mereka dari pihak terkait.

"Identitas orang-orangnya lagi kami cek oleh petugas lapangan karena belum jelas enggak ada KTP-nya. Tapi informasi awalnya, memang orang Cisitu," ujarnya.

Baca juga: PENGAKUAN Model Era Styowati Dinikahi Profesor M, Guru Besar Kampus di Bandung, Kenalan di Karaoke

Baca juga: Pemerintah Pusat Larang Mudik, Pemerintah Daerah Masih Belum Paham, Tunggu Aturan Teknis

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved