Breaking News:

Penjelasan Pejabat Pertamina Soal Bau Sebelum Kebakaran Kilang Balongan Kabupaten Indramayu

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Djoko Priyono, menjelaskan soal bau dari area kilang Balongan, Kabupaten Indramayu

Tribun Jabar/Handhika Rahman
Rasdinah (40), tetap mengarit di areal persawahan di seberang PT Pertamina RU VI Balongan yang terbakar, Selasa (30/3/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Djoko Priyono, menjelaskan soal bau dari area kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebelum kebakaran empat tangki pada 29 Maret 2021.

Menurut Djoko Priyono, bau yang sempat diprotes warga di sekitar kilang Balongan tersebut berasal dari pembersihan holding basin.

Ia mengatakan pada pukul 17.00 WIB saat itu sedang ada pemeriksaan dan pengecekan kualitas sebelum ron pertalite dialirkan ke dalam tangki dan ditambahkan nafta untuk menjadi Ron80.

"Kondisinya tidak ada bau dan sebagainya, operator juga naik ambil sample dan kami memastikan ada security di situ, water treatment 17.00 WIB itu clear," kata Djoko Priyono dalam RDP Panja Migas Komisi VII yang digelar Senin (5/4).

Djoko menegaskan bau yang muncul berasal dari pembersihan holding basin dari proses water treatment. Dia mengaku adanya komplain dari warga pukul 23.00 dan pihaknya sudah meminta masyarakat untuk tidak mendekat ke area kilang lebih dulu.

"Kebetulan yang terkena kemarin itu pulang pengajian dari arah kilan. Jadi kami sudah melakukan pengamanan sebenarnya," katanya.

Meski Hujan Deras Semalaman, Api Tak juga Padam di Kilang Minyak Pertamina Balongan yang Terbakar
Meski Hujan Deras Semalaman, Api Tak juga Padam di Kilang Minyak Pertamina Balongan yang Terbakar (tribunjabar/handika rahman)

Baca juga: Kebakaran Kilang Minyak Balongan hingga Ribuan Orang Mengungsi, Polisi Periksa Karyawan Pertamina

Baca juga: Memasuki Hari Keenam, Ini Kondisi Kilang Minyak Balongan yang Terbakar, Menteri ESDM Katakan Ini

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menjelaskan kebakaran terjadi di empat tangki T301 E, F, G dan H. Ada pun di masing-masing tangki memiliki kapasitas tampung sebanyak 26.000 kilo liter (KL) di area seluas 2 hektare (ha).

Untuk membandingkan, total area kilang Balongan mencapai 260 hektare dengan area yang sudah memiliki bangunan sebanyak 180 hektare.

"Saat kejadian, tangki G terdapat 23.000 pertalite, sedangkan tangki yang lain kondisinya kosong. Jadi posisi terisi ada di tangki G saat terjadi insiden di 29 Maret 2021 pukul 00.57 WIB," kata Nicke Widyawati dalam Panja tersebut.

Pasca-kebakaran, Nicke Widyawati menekankan tidak ada kelangkaan supply dari kilang Balongan, yang mana dari total 72 tangki dengan kapasitas 1,75 juta KL di area kilang Balongan, hanya 4 tangki yang tidak beroperasi.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved