Breaking News:

KPID Jabar Desak KPI Pusat Sanksi Lembaga Penyiaran TV yang Tayangan Nikahan Atta-Aurel 5 Jam

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat minta KPI pusat sanksi stasiun televisi yang siarakan acara nikahan Atta-Aurel 5 jam.

wartakota
Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat kembali merekomendasikan KPI Pusat untuk melayangkan sanksi berupa teguran tertulis kepada salah satu lembaga penyiaran swasta karena menayangkan siaran peristiwa pribadi berupa pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah hingga mengabaikan kepentingan publik.

Ini adalah surat ketiga kalinya setelah sebelumnya melakukan hal yang sama mulai acara siraman, lamaran dan akad nikah.

Kesalahan dilakukan tanggal 13 Maret, diulang pada 19 Maret dan 3 April 2021.

“Sesuai dengan kewenangan yang ada pada kami, KPID menerima aduan dari masyarakat tentang tayangan pernikahan Atta dan Aurel, ternyata kasusnya masih sama dengan sebelumnya, yakni menggunakan frekuensai publik untuk kepentingan pribadi,” kata Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet usai rapat pleno Senin (5/4/2021), seperti tertulis dalam rilis yang diterima Tribunjabar.id.

Baca juga: Krisdayanti Tak Kaget Ditanya Soal Aurel Kista, Sudah Tahu Sejak Aurel Masih Remaja, Begini Katanya

Baca juga: Korban Selamat Cerita Detik-detik Barokah Jaya Tabrak Habco Pioneer, Saat Sadar Ia Terapung di Laut

Baca juga: Pelajar Ini Jadi ABK Demi Beli Ponsel, Beruntung Selamat dalam Insiden Tabrakan Kapal di Indramayu

Adiyana Slamet mencatat tayangan pernikahan Atta dan Aurel pada program Barista di salah satu lembaga penyiaran swasta pada 3 April 2021 jam 11.00 hingga 11.30 dan acara Ikatan Cinta Atta-Aurel (Spesial Akad Nikah) 3 April 2021 jam 12.30-15.58).

Kedua acara itu memakan waktu atau durasi 90 menit dan 208 menit, kurang lebih total 5 jam.

KPID menyebut apa yang dilakukan salah satu lembaga penyiaran swasta terebut dalam menayangkan acara akad Nikah Atta-Aurel diduga melanggar Standar Program Siaran pasal 11 ayat 1 yang menyatakan: Program siaran wajib dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan tidak untuk kepentingan kelompok tertentu.

Ayat 2 menyatakan: Program siaran dilarang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi pemilik lembaga penyiaran bersagkutan dan/atau kelompoknya.

Pasal 13 ayat 2 menyatakan: “Program siaran tentang permasalahan kehidupan pribadi tidak boleh menjadi materi yang ditampilkan dan/atau disajikan dalam seluruh isi mata acara, kecuali demi kepentingan publik.”

Tayangan tersebut juga diduga terdapat adegan Anang Hermansyah sedang merokok dalam proses pernikahan Atta-Aurel. Fakta ini melanggar pasal 27 SPS ayat 2 yang intinya melarang tayangan penggambaran merokok atau hanya dapat ditayangkan dalam program yang ditujukan bagi khalayak dewasa. Sedangkan program ini ditayangkan pada jam anak-anak yakni 06.00 – 18.00.

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved