Breaking News:

Penangkapan Terduga Teroris

Terduga Teroris yang Ditangkap di Bekasi Gunakan Uang Infaq untuk Bikin Bom

Maliq menyampaikan uang infaq tersebut  kemudian digunakan untuk membeli bahan baku bom aseton peroksida (TATP).

TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Sejumlah atribut FPI yang disita dalam penggerebekan terduga teroris di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur saat ditampilkan di Polda Metro Jaya, Senin (29/3/2021) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Andriawan alias Maliq menjadi salah satu terduga teroris yang ditangkap di daerah Jakarta-Bekasi.

Selain merakit bom, dia terlibat dalam pengumpulan dana pembelian bahan baku bom.

Dalam video yang tersebar di awak media, Maliq mengaku sempat bertugas sebagai bendahara untuk mengumpulkan dana melalui infaq.

"Saya dijadikan bendahara untuk mengumpulkan infaq dan sodaqoh dari majelis Yasin Walatif," kata Maliq.

Maliq menyampaikan uang infaq tersebut  kemudian digunakan untuk membeli bahan baku bom aseton peroksida (TATP).

"Uang infaq tersebut saya gunakan untuk membeli aseton atas perintah Habib Husein dan Zulaimi Agus," ujar dia.

Di sisi lain, ia juga mengetahui perencanaan pembelian air keras yang bakal digunakan saat aksi demonstrasi.

Rencana itu diungkapkan oleh terduga teroris lainnya Husein Hasni.

"Saya ikut ke rumah Haji Popon untuk mengisi ilmu kebal agar tidak sakit untuk persiapan demonstrasi. Demikian pernyataan yang saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan darimanapun," tukas dia.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved